Topikseru.com – Perkembangan terbaru dari kecelakaan maut Bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara atau Muratara Sumatera Selatan mengungkap fakta yang semakin memilukan.
Dari total korban dalam tragedi ini empat orang dinyatakan selamat namun tiga di antaranya mengalami luka bakar serius.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara Mugono menyampaikan bahwa para korban selamat saat ini masih menjalani perawatan intensif.
“Empat orang selamat, tiga luka berat akibat terbakar, dan satu luka ringan,” ujar Mugono dalam keterangan yang disampaikan melalui siaran Breaking News Metro TV.
Mereka sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Karang Jaya sebelum dirujuk ke RSUD Rupit Muratara untuk penanganan lanjutan.
Sementara itu jumlah korban meninggal dunia mencapai enam belas orang yang terdiri dari empat belas penumpang bus ALS serta satu sopir truk tangki dan satu kenek truk tangki.
Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau untuk proses identifikasi.
Petugas gabungan dari BPBD dan Satlantas telah menyelesaikan proses evakuasi di lokasi kejadian.
Saat ini fokus utama beralih pada pendataan korban serta penyelidikan penyebab kecelakaan yang terjadi secara tiba tiba di jalur padat tersebut.
Kronologi kecelakaan bus ALS di Muratara
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB di Jalan Lintas Sumatera Kecamatan Karang Jaya. Bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru diduga mengalami gangguan teknis saat berada di perjalanan.
Sebelum tabrakan terjadi muncul percikan api dari bagian bus yang diduga berasal dari mesin atau sistem kelistrikan. Dalam kondisi darurat sopir berusaha mengendalikan kendaraan dan mengarahkannya ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Namun dari arah berlawanan muncul truk tangki yang melaju dengan kecepatan tinggi. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras pun terjadi dan langsung memicu kebakaran besar yang melalap kendaraan.
Kecelakaan bus ALS di Muratara ini menjadi salah satu tragedi paling mematikan di Sumatera Selatan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.








