Internasional

Terungkap! UEA Diam-Diam Ekspor Minyak Lewat Selat Hormuz di Tengah Konflik Timur Tengah

×

Terungkap! UEA Diam-Diam Ekspor Minyak Lewat Selat Hormuz di Tengah Konflik Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
UEA
Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan tetap mengekspor minyak mentah melalui Selat Hormuz meski ketegangan konflik Timur Tengah meningkat tajam. Langkah ini dilakukan dengan metode berisiko tinggi, termasuk mematikan sistem pelacak kapal guna menghindari potensi serangan Iran.

Topikseru.com, Jakarta  – Kabar terbaru di mana Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan tetap mengekspor Minyak Mentah melalui Selat Hormuz meski ketegangan Konflik Timur Tengah meningkat tajam.

Langkah ini dilakukan dengan metode berisiko tinggi, termasuk mematikan sistem pelacak kapal guna menghindari potensi serangan Iran.

Berdasarkan laporan Reuters pada 7 Mei, sejumlah tanker yang membawa minyak mentah milik UEA berlayar melalui Selat Hormuz

Sengan sistem pelacakan otomatis atau Automatic Identification System (AIS) dimatikan.

Strategi tersebut dilakukan untuk mengurangi kemungkinan kapal terdeteksi oleh pasukan Iran.

Langkah ini menunjukkan besarnya risiko yang bersedia diambil produsen minyak dan pembeli

Untuk menjaga kelancaran penjualan minyak di tengah gangguan distribusi energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Data pelacakan kapal dan sumber industri menyebutkan bahwa pada April lalu, perusahaan energi nasional Abu Dhabi, Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC).

Berhasil mengekspor sedikitnya 4 juta barel minyak mentah Upper Zakum dan 2 juta barel minyak Das menggunakan empat kapal tanker dari terminal di kawasan Teluk.

Minyak tersebut kemudian dikirim melalui berbagai skema distribusi, termasuk transfer kapal-ke-kapal atau ship-to-ship (STS), penyimpanan di Oman, hingga pengiriman langsung ke kilang di Korea Selatan dan Asia Tenggara.

Reuters menyebut, ini menjadi pertama kalinya pola ekspor minyak ADNOC melalui metode tersebut terungkap ke publik. Namun, ADNOC menolak memberikan komentar terkait pengiriman tersebut.

Konflik Timur Tengah Ganggu Pasokan Energi Global

Ketegangan meningkat setelah Teheran merespons serangan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari

Dengan secara efektif menutup akses ekspor melalui Selat Hormuz bagi negara lain selain Iran.

Situasi tersebut membuat sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global tertahan di kawasan Teluk.

Penutupan jalur tersebut, ditambah blokade Amerika Serikat terhadap ekspor minyak Iran, mendorong harga minyak dunia melonjak hingga di atas US$ 100 per barel.

Akibat konflik ini, ekspor minyak ADNOC juga mengalami penurunan signifikan.

Data Kpler menunjukkan ADNOC memangkas ekspor lebih dari 1 juta barel per hari

Sejak perang dimulai, dibandingkan rata-rata pengiriman 3,1 juta barel per hari tahun lalu.

Sebagian besar ekspor ADNOC berasal dari minyak jenis Murban yang dikirim melalui jaringan pipa menuju terminal Fujairah di luar kawasan Teluk Persia.

Pengiriman Berisiko Tinggi

Risiko keamanan terhadap pengiriman minyak UEA semakin nyata setelah pemerintah UEA menuduh Iran

Menggunakan drone untuk menyerang kapal tanker kosong ADNOC bernama Barakah yang melintas di Selat Hormuz pada Senin lalu.

Untuk menghindari deteksi, kapal-kapal tanker ADNOC beroperasi dengan mematikan transponder AIS.

Taktik serupa selama ini juga sering digunakan Iran untuk menghindari sanksi Amerika Serikat terhadap ekspor minyaknya.

Namun, langkah tersebut membuat volume ekspor ADNOC sulit dipantau secara akurat melalui data pelayaran internasional.

Karena itu, volume ekspor aktual dari kawasan Teluk kemungkinan lebih besar dari yang terdata.

Salah satu kapal tanker jenis VLCC, Hafeet, tercatat memuat 2 juta barel minyak Upper Zakum pada 7 April sebelum keluar dari Selat Hormuz pada 15 April.

Muatan tersebut kemudian dipindahkan ke kapal tanker berbendera Yunani Olympic Luck melalui transfer STS

Dan dikirim ke kilang Pengerang di Malaysia, yang merupakan proyek patungan antara perusahaan energi nasional Malaysia Petronas dan Saudi Aramco.

Strategi pemecahan muatan melalui transfer STS memungkinkan ADNOC menjual kargo dalam ukuran lebih kecil

Sekaligus mempercepat rotasi kapal tanker kembali ke kawasan Teluk untuk memuat minyak baru.

Menurut salah satu sumber Reuters, sebagian minyak Upper Zakum bahkan berhasil dijual ke kilang Asia Timur Laut dengan premi mencapai US$ 20 per barel di atas harga resmi jual ADNOC.

ADNOC Masih Lanjutkan Penjualan Minyak

Meski risiko keamanan meningkat, ADNOC disebut tetap berencana melanjutkan ekspor minyak dari kawasan Teluk

Melalui skema transfer STS di pelabuhan luar Teluk seperti Fujairah dan Sohar di Oman.

Perusahaan juga tengah melakukan pembicaraan dengan sejumlah kilang Asia untuk penjualan muatan minyak Das dan Upper Zakum untuk pengiriman Mei.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *