Topikseru.com – Kasus wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius tengah menjadi sorotan dunia internasional. Penyakit yang dibawa hewan pengerat ini dilaporkan menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia dan memicu kekhawatiran baru terkait penyebaran virus berbahaya tersebut.
World Health Organization atau WHO bahkan telah mengeluarkan peringatan terkait potensi munculnya kasus baru karena hantavirus memiliki masa inkubasi cukup panjang, yakni hingga enam minggu.
Lonjakan perhatian publik terhadap penyakit ini membuat istilah hantavirus ramai diperbincangkan di media sosial maupun mesin pencarian internet.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Virus ini dapat menyebabkan gangguan serius pada tubuh manusia, mulai dari kerusakan ginjal hingga gangguan paru-paru dan pembuluh darah.
Dalam sejumlah kasus berat, infeksi hantavirus bisa berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa.
Virus ini biasanya ditemukan pada urin, air liur, dan kotoran hewan pengerat liar yang telah terinfeksi.
Beberapa hewan yang diketahui menjadi pembawa hantavirus antara lain:
- Tikus rumah
- Tikus got
- Tikus liar
- Celurut
cara penularan hantavirus ke Manusia
Penularan hantavirus umumnya terjadi akibat kontak dengan lingkungan yang telah terkontaminasi virus dari hewan pengerat.
Berikut beberapa jalur penyebaran hantavirus:
1. Melalui Udara
Seseorang dapat tertular saat menghirup debu yang tercampur urin, air liur, atau kotoran tikus yang telah mengering.
2. Kontak Langsung
Virus juga dapat masuk ke tubuh ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu memegang mata, hidung, atau mulut.
3. Gigitan Tikus
Meski lebih jarang terjadi, gigitan tikus yang terinfeksi juga dapat menjadi media penularan hantavirus.
Waspadai gejala hantavirus Berikut Ini
Gejala hantavirus biasanya muncul dalam waktu 1 hingga 8 minggu setelah seseorang terpapar virus.
Pada tahap awal, penderita umumnya mengalami gejala menyerupai flu, seperti:
- Demam dan menggigil
- Nyeri otot
- Sakit kepala
- Mual
- Muntah
- Diare
- Sakit perut
Namun seiring perkembangan penyakit, kondisi dapat memburuk dan menyerang sistem pernapasan maupun jantung.
Gejala lanjutan yang perlu masyarakat waspadai meliputi:
- Batuk
- Sesak napas
- Tekanan darah rendah
- Detak jantung tidak teratur
Dalam kondisi berat, hantavirus dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru sehingga membuat pasien mengalami gagal napas.
WHO Minta Negara Waspada
Kasus di kapal pesiar MV Hondius membuat WHO meningkatkan kewaspadaan global terhadap potensi penyebaran hantavirus, terutama di area dengan populasi tikus tinggi.
Pakar Kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan hewan pengerat liar, serta menggunakan perlindungan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.
WHO meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah berada di lingkungan dengan risiko paparan tikus.












