Kesehatan

Kemenkes: 23 Kasus Hantavirus Indonesia 2024-2026, Tiga Meninggal Dunia

×

Kemenkes: 23 Kasus Hantavirus Indonesia 2024-2026, Tiga Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Hantavirus
Hantavirus tersebar di sembilan provinsi dalam periode 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026.(Foto: Topikseru.com/ tangkapan layer bloomberg)

Topikseru.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melaporkan terdapat 23 kasus terkonfirmasi Hantavirus dengan tiga kematian yang tersebar di sembilan provinsi dalam periode 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026. Angka fatalitas kasus atau case fatality rate (CFR) tercatat mencapai 13%.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan seluruh kasus konfirmasi mengarah pada Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus.

“Ini situasi nasional. Ada 23 positif, tiga kematian, sisanya sembuh. Sisa dua kasus suspek sudah terkonfirmasi negatif,” ujar Aji dalam keterangannya kepada media, Jumat (8/5/2026).

Adapun distribusi kasus berdasarkan domisili tersebar di sejumlah wilayah, yakni:

  1. Jakarta sebanyak 6 kasus
  2. Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 6 kasus
  3. Jawa Barat sebanyak 5 kasus
  4. Nusa Tenggara Timur sebanyak 1 kasus
  5. Kalimantan Barat sebanyak 1 kasus
  6. Sumatera Barat sebanyak 1 kasus
  7. Sulawesi Utara sebanyak 1 kasus
  8. Banten sebanyak 1 kasus
  9. Jawa Timur sebanyak 1 kasus

Kementerian Kesehatan juga mengungkapkan temuan Hantavirus pada reservoir atau hewan pembawa, yakni tikus, telah ditemukan di 29 provinsi. Temuan tersebut berasal dari studi Rikhus Vektora oleh Balai Litbangkes Kelas I Salatiga.

Aji menjelaskan penularan penyakit ini berkaitan dengan kontak manusia terhadap tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan ekskresi dan sekresi hewan tersebut. Bahkan jenis virus yang terkontaminasi jenis virus Seoul virus, bukan andes virus seperti yang terkonfirmasi dalam wabah kapal pesiar mewah MV Hondius.

Dalam penilaian risiko Indonesia tahun 2025, Kementerian Kesehatan menilai risiko importasi kasus tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pada manusia berada pada tingkat sedang. Sementara itu, risiko penambahan kasus tipe HFRS pada manusia dinilai tinggi.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya guna mencegah penularan Hantavirus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *