Topikseru.com, Medan – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Christin Mori, mengatakan kondisi cuaca di Sumut masih dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer yang meningkatkan suplai uap air dan mendukung pembentukan awan hujan.
“Cuaca di Sumatera Utara umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga lebat,” kata Christin di Medan, Senin (25/5/2026).
- Kompol DK Akhirnya Jalani Patsus Usai Viral Video Diduga Asusila dan Gunakan "Pod Getar"
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Pesawat Saudi Airlines Sempat Gangguan di Kualanamu, 380 Jemaah Haji Tiba Selamat di Madinah
Gelombang Atmosfer dan Siklonik Pengaruhi Cuaca Sumut
BMKG menjelaskan, selain gelombang atmosfer, terdapat sirkulasi siklonik di Samudera Hindia bagian barat Sumatera yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di kawasan pegunungan hingga pantai barat Sumatera Utara.
Kondisi tersebut diperkuat dengan tingkat kelembaban udara yang tinggi dan labilitas atmosfer yang cukup kuat, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama pada sore hingga malam hari.
Fenomena itu membuat potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah.
Daftar Wilayah yang Berpotensi Diguyur hujan lebat
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah berikut:
- Medan
- Binjai
- Deli Serdang
- Langkat
- Serdang Bedagai
- Karo
- Dairi
- Pakpak Bharat
- Humbang Hasundutan
- Tapanuli Tengah
- Samosir
- Simalungun
- Asahan
- Batubara
- Labuhanbatu
- Nias
- Nias Selatan
BMKG Minta Masyarakat Sumut Tingkatkan Kewaspadaan
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Cuaca Ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, genangan, hingga pohon tumbang.
Selain itu, perubahan cuaca yang cepat juga diminta menjadi perhatian masyarakat dalam merencanakan aktivitas harian, terutama bagi warga yang berada di daerah rawan bencana.












