Topikseru.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto berharap kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dapat menjadi momentum strategis untuk membahas berbagai persoalan penting yang tengah dihadapi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasto usai menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, pertemuan dua tokoh nasional tersebut memiliki nilai penting dalam memperkuat persatuan bangsa sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini.
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Presiden Prabowo Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara yang Simpan Devisa Ekspor di Luar Negeri
- Prabowo Subianto Sebut Negara Akan Terima Rp 49 Triliun dari Rekening Tak Bertuan Koruptor
Hasto: Megawati dan Prabowo Punya Pengalaman dan Kedekatan Personal
Hasto menilai Megawati memiliki pengalaman panjang dalam memimpin negara serta memiliki hubungan personal yang baik dengan Presiden Prabowo.
Karena itu, komunikasi antara keduanya diharapkan tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan mampu menghasilkan gagasan strategis bagi masa depan Indonesia.
“Beliau adalah Presiden Kelima yang memiliki banyak pengalaman dan juga mempunyai kedekatan personal dengan Presiden Prabowo, sehingga pertemuan itu diharapkan membahas berbagai hal strategis terkait arah bangsa dan negara ke depan,” kata Hasto.
Menurut dia, hubungan yang terjalin antara Megawati dan Prabowo selama ini dibangun atas dasar komitmen menjaga persatuan nasional serta memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Momen Keakraban Prabowo dan Megawati Jadi Sorotan
Keakraban kedua tokoh nasional tersebut terlihat saat menghadiri Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta. Dalam tayangan yang disiarkan secara daring, Prabowo dan Megawati tampak meninggalkan lokasi acara dengan penuh kehangatan sambil tersenyum dan bergandengan tangan.
Momen tersebut langsung menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai kemungkinan adanya komunikasi Politik yang lebih intens antara kedua tokoh.
Hasto menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo kepada Megawati dalam acara kenegaraan tersebut.
“PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila,” ujarnya.
Tantangan Ekonomi hingga Fiskal Jadi Sorotan
Dalam keterangannya, Hasto juga menyinggung berbagai persoalan yang saat ini dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo, mulai dari sektor ekonomi, fiskal, tata kelola pemerintahan hingga persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Dia menilai sejumlah tantangan tersebut merupakan akumulasi persoalan yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa untuk mencari jalan keluar.
Menurut Hasto, semangat gotong royong dan dialog kebangsaan harus menjadi landasan utama dalam menghadapi situasi tersebut.
“PDI Perjuangan memandang penting adanya objektivitas dalam melihat situasi nasional. Karena itu dibutuhkan semangat persatuan nasional dan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk membantu pemerintah mencari solusi terbaik,” katanya.
PDIP Soroti Warisan Persoalan dari Pemerintahan Sebelumnya
Hasto juga menyinggung bahwa sebagian tantangan yang dihadapi saat ini merupakan warisan persoalan dari pemerintahan sebelumnya, khususnya pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Meski demikian, ia menekankan bahwa fokus utama saat ini bukan mencari kesalahan masa lalu, melainkan membangun kolaborasi lintas kekuatan politik demi menjaga stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, hubungan baik antara Megawati dan Prabowo dapat menjadi modal penting untuk memperkuat konsolidasi nasional di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan domestik yang semakin kompleks.
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Perkuat Persatuan
Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya dimaknai sebagai momentum mempererat persaudaraan kebangsaan, memperkuat dialog antarkelompok masyarakat, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik jangka pendek.
“Pancasila mengajarkan kita untuk membangun persatuan dalam keberagaman. Dalam semangat itulah hubungan baik antara Presiden Prabowo dan Ibu Megawati harus dimaknai sebagai energi positif bagi bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tutupnya.












