Topikseru, Labuhanbatu Utara – Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Personel Pos Pencarian dan Pertolongan Tanjung Balai Asahan dibawah naungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan bersama unsur SAR terkait berhasil menemukan korban yang terseret arus Sungai Aek Natas, Dusun I Badarussalam, Desa Rombisan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, pada Senin sore (1/6/2026).
Korban diketahui bernama Zidan (8), yang sebelumnya dilaporkan hanyut dan terseret arus sungai. Setelah dilakukan pencarian intensif sejak siang hari, korban akhirnya berhasil ditemukan pada pukul 16.10 WIB dalam keadaan meninggal dunia sejauh kurang lebih 7 kilometer dari lokasi awal kejadian (LKP).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan selaku Search Mission Coordinator (SMC), Hery Marantika atas persetujuan Search Coordinator (SC) menjelaskan, proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan berbagai metode dan peralatan SAR air guna mempercepat penemuan korban.
“Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan metode assessment menggunakan Aqua Eye di sekitar lokasi kejadian, kemudian dilanjutkan penyisiran permukaan air ke arah hilir sungai menggunakan perahu rafting milik Basarnas dan BPBD Labuhanbatu Utara. Selain itu, pemantauan di sepanjang bantaran sungai juga dilakukan untuk memperluas area pencarian,” ujar Hery Marantika.
Ia menambahkan, seluruh unsur SAR yang terlibat terus berupaya maksimal meskipun kondisi arus sungai cukup deras dan area pencarian cukup luas.
“Pada sore hari pukul 16.10 WIB, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada radius sekitar 7 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Kami turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas musibah ini,” tambahnya.
Operasi SAR tersebut melibatkan unsur Pos SAR Tanjung Balai Asahan, Polsek Aek Natas, BPBD Labuhanbatu Utara, perangkat desa, masyarakat setempat, serta keluarga korban.
Dalam pelaksanaan operasi SAR, Tim SAR Gabungan didukung dengan berbagai peralatan di antaranya perahu rafting, Aqua Eye, peralatan water rescue, peralatan medis, alat komunikasi, APD personal, serta kantong jenazah.
Dengan telah ditemukannya korban, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.












