Haji

Haji Asal Sumut Wafat Usai Tawaf Ifadah di Makkah, Alami Henti Jantung Saat Kembali ke Hotel

×

Haji Asal Sumut Wafat Usai Tawaf Ifadah di Makkah, Alami Henti Jantung Saat Kembali ke Hotel

Sebarkan artikel ini

Nurliana Mara Iman Meninggal Setelah Sempat Dirawat dan Menjalani Operasi Kateterisasi Jantung di Arab Saudi

Haji asal Sumut wafat di Makkah
Salah satu jenazah haji Aceh hendak dilakukan proses pemakaman di Arab Saudi, Sabtu (31/5/2025)

Topikseru.com, Medan – Seorang jemaah Haji asal Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci setelah melaksanakan tawaf ifadah di Masjidilharam, Makkah, Arab Saudi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, mengatakan jemaah yang wafat tersebut bernama Nurliana Mara Iman (59), anggota Kloter 09 KNO asal Kabupaten Padang Lawas Utara.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia seorang haji kloter 9 atas nama Ibu Nurliana Mara Iman, istri dari TK Panusunan usai tawaf ifadah,” kata Zulkifli Sitorus di Asrama Haji Medan, Jumat (6/6/2026).

Alami Henti Jantung Saat Kembali ke Hotel

Zulkifli menjelaskan, Nurliana mengalami cardiac arrest atau henti jantung ketika berjalan kembali menuju hotel tempat menginap setelah menyelesaikan rangkaian ibadah tawaf ifadah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 13.40 waktu Arab Saudi (WAS).

Petugas dan tim medis kemudian memberikan pertolongan pertama sebelum jemaah tersebut dibawa ke Jiwar Care Health Hospital Makkah untuk mendapatkan penanganan intensif.

Menurut Zulkifli, tim medis sempat melakukan tindakan resusitasi jantung paru guna menyelamatkan nyawa korban.

“Almarhumah sempat mendapatkan tindakan medis intensif, termasuk resusitasi jantung paru oleh tim kesehatan,” ujarnya.

Jalani Operasi Kateterisasi Jantung

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter rumah sakit merekomendasikan tindakan kateterisasi jantung untuk mengetahui kondisi pembuluh darah jantung korban.

Pihak rumah sakit kemudian meminta persetujuan keluarga yang diwakili suami korban, TK Panusunan.

“Dokter rumah sakit meminta persetujuan agar ditandatangani oleh suami Nurliana untuk dilakukan operasi kateterisasi jantung pada Selasa (2/6),” kata Zulkifli.

Namun hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi jantung korban cukup serius. Tim medis menemukan adanya banyak sumbatan pada pembuluh darah jantung yang memperburuk kondisi kesehatannya.

Wafat Akibat Cardiogenic Shock

Meski telah mendapatkan penanganan medis secara maksimal, kondisi Nurliana terus menurun.

Dia akhirnya mengembuskan napas terakhir di Jiwar Care Health Hospital Makkah pada Kamis (4/6/2026) pukul 14.15 waktu Arab Saudi.

“Ibu Nurliana meninggal dunia dengan diagnosa cardiogenic shock atau syok kardiogenik,” ujar Zulkifli.

Cardiogenic shock merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh akibat gangguan serius pada fungsi jantung.

Empat Jemaah Haji Sumut Wafat di Tanah Suci

Dengan wafatnya Nurliana, jumlah jemaah haji asal Sumatera Utara yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji 2026 kini mencapai empat orang.

Data PPIH Debarkasi Medan mencatat sebelumnya terdapat tiga jemaah lain yang lebih dahulu meninggal dunia di Arab Saudi.

Mereka adalah Kasiani (69), jemaah asal Kota Medan dari Kloter 08 KNO yang meninggal akibat gangguan pernapasan pada 13 Mei 2026.

Kemudian Isron bin Baitul Nasution, jemaah asal Kabupaten Mandailing Natal dari Kloter 06 KNO yang meninggal karena sakit pada 27 Mei 2026.

Sementara Nadhirah binti Sirajuddin (66), jemaah asal Kabupaten Langkat dari Kloter 02 KNO, meninggal dunia akibat penyakit jantung pada 29 Mei 2026.

Ribuan Jemaah Sumut Mulai Dipulangkan

PPIH Debarkasi Medan mencatat sebanyak 5.968 jemaah haji asal Sumatera Utara mulai menjalani fase pemulangan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Proses pemulangan berlangsung sejak 2 Juni hingga 21 Juni 2026 secara bertahap sesuai jadwal kelompok terbang masing-masing.

PPIH mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci untuk menjaga kondisi kesehatan, mengingat aktivitas ibadah yang padat serta suhu udara di Arab Saudi yang cukup tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *