Topikseru.com – Sahid Al Hudri (13), salah satu santri yang selamat dari dugaan kekerasan di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, menceritakan detik-detik saat dirinya bersama dua rekannya terjebak dalam ruangan yang terbakar.
Remaja tersebut kini masih menjalani pemulihan setelah mengalami luka bakar hingga sekitar 80 persen di tubuhnya.
Dalam keterangannya, Sahid menyebut kejadian bermula ketika dirinya dan beberapa santri lain diminta masuk ke sebuah ruangan pada siang hari.
Setelah berada di dalam ruangan, korban menduga seorang kakak kelas menyiramkan bahan bakar sebelum api muncul.
Saat ditanya apakah kejadian itu merupakan candaan atau tindakan sengaja, Sahid memberikan jawaban singkat.
“Sengaja,” ujarnya sambil menunduk.
Korban juga mengaku pintu ruangan sempat tertutup sehingga membuat dirinya bersama dua teman lainnya sulit menyelamatkan diri.
“Terjebak kita bertiga, orang yang ngebakar bisa dia keluar,” ucapnya.
Keluarga menduga insiden tersebut berkaitan dengan konflik sebelumnya. Menurut pengakuan korban, dirinya bersama teman-temannya sempat melaporkan tindakan perundungan lain yang dilakukan senior di pondok.
Tak lama setelah itu, korban mengaku menerima ancaman.
“Awas besok lagi-lagi kamu ngasih tahu, saya bakar kamu,” kata Sahid menirukan ucapan yang diingatnya.
Salah satu korban dalam insiden tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat luka bakar yang dialami.












