Piala Dunia 2026

FIFA Gunakan RTB Token untuk Akses Pembelian Tiket Piala Dunia, Avalanche Melonjak  

×

FIFA Gunakan RTB Token untuk Akses Pembelian Tiket Piala Dunia, Avalanche Melonjak  

Sebarkan artikel ini
tiket piala dunia
Tiket Piala Dunia 2026.(Foto: Topikseru.com/ tangkapan layar Instagram TVRI)

Topikseru.com, Jakarta – Jaringan blockchain Avalanche (AVAX) mencatat lonjakan aktivitas signifikan menjelang FIFA World Cup setelah FIFA mulai memanfaatkan teknologi blockchain untuk sistem tiket digitalnya.

Menurut SVP of Growth Avalanche, Arielle Pennington, aktivitas terkait Tiket FIFA telah menghasilkan lebih dari 60.000 transaksi di jaringan Avalanche dalam beberapa hari terakhir.

Dampaknya, volume transaksi meningkat hingga 24 kali lipat dibandingkan kondisi normal, sementara jumlah alamat aktif naik sekitar 10 kali.

“Dalam beberapa hari terakhir saja, aktivitas tiket FIFA telah menghasilkan lebih dari 60.000 transaksi di jaringan Avalanche. Volume transaksi meningkat hingga 24 kali lipat dibandingkan level normal, sementara jumlah alamat aktif bertambah sekitar 10 kali lipat,” ujar Pennington dikutip dari Bitcoin News.

Lonjakan tersebut berasal dari penggunaan FIFA Connect, platform yang dibangun di atas blockchain Avalanche untuk mendukung distribusi tiket World Cup.

FIFA Gunakan RTB Token untuk Akses Pembelian Tiket

Melalui FIFA Connect, penggemar dapat membeli Right to Buy (RTB) token. Aset digital ini bukan tiket pertandingan, melainkan hak untuk membeli tiket resmi FIFA pada tahap berikutnya.

Sistem tersebut memungkinkan seluruh proses pencatatan transaksi dilakukan di blockchain tanpa mengubah pengalaman pengguna saat membeli tiket.

Menurut Pennington, sebagian besar pengguna bahkan kemungkinan tidak menyadari bahwa mereka sedang menggunakan teknologi blockchain.

“Tidak ada orang yang membeli tiket FIFA World Cup karena ingin menggunakan blockchain. Mereka membeli tiket karena ingin menyaksikan tim favoritnya bertanding. Teknologi hanya membantu mewujudkan hal tersebut. Begitulah cara teknologi yang sukses berkembang pada akhirnya,” jelasnya.

Contoh Adopsi Blockchain di Balik Layar

Avalanche menilai kasus FIFA menunjukkan bahwa blockchain tidak harus menjadi fitur utama yang terlihat oleh pengguna.

Alih-alih meminta pengguna memahami wallet, token, atau mekanisme blockchain, teknologi tersebut bekerja di belakang layar untuk mendukung layanan yang lebih transparan dan mudah diverifikasi.

“Pemenang terbesar nantinya belum tentu blockchain yang paling sering muncul di berita. Melainkan blockchain yang menjadi fondasi pengalaman sehari-hari tanpa disadari penggunanya,” lanjut Pennington.

Pendekatan ini dinilai menjadi salah satu contoh adopsi Web3 yang lebih dekat dengan kebutuhan pengguna umum dibandingkan penggunaan blockchain untuk spekulasi aset digital.

Regulasi Mulai Soroti Sistem Tiket FIFA

Meski mendapat perhatian karena mendorong adopsi blockchain, sistem RTB token FIFA juga menghadapi sorotan regulator. Regulator dari Swiss, Gespa, sebelumnya mengajukan keluhan yang menyebut token tersebut berpotensi masuk kategori layanan ilegal.

Selain itu, Jaksa Agung New York Letitia James dan Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport juga dikabarkan mulai meninjau praktik penjualan tiket FIFA.

Namun hingga saat ini FIFA tetap melanjutkan penggunaan sistem tiket berbasis blockchain menjelang turnamen berlangsung.

Lonjakan aktivitas Avalanche menjelang FIFA World Cup menunjukkan bahwa blockchain mulai menemukan peran yang lebih nyata di luar perdagangan aset kripto.

Alih-alih menjadi produk yang harus dipahami pengguna, teknologi ini justru bekerja di belakang layar untuk mendukung layanan yang digunakan jutaan orang.

Kasus FIFA menjadi contoh bahwa adopsi blockchain tidak selalu ditandai dengan meningkatnya minat terhadap teknologi tersebut, tetapi ketika masyarakat dapat merasakan manfaatnya tanpa harus menyadari cara kerjanya.

  • Apa itu RTB token FIFA?
    RTB atau Right to Buy token adalah aset digital yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli tiket resmi FIFA.
  • Apakah RTB token sama dengan tiket pertandingan?
    RTB hanya memberikan akses atau hak pembelian tiket, bukan tiket masuk stadion.
  • Mengapa FIFA menggunakan blockchain Avalanche?
    Avalanche digunakan sebagai infrastruktur untuk mencatat dan memverifikasi transaksi tiket secara digital.
  • Berapa transaksi yang tercatat di Avalanche dari aktivitas FIFA?
    Menurut Avalanche, lebih dari 60.000 transaksi tercatat dalam beberapa hari terakhir.
  • Mengapa aktivitas Avalanche naik 24 kali lipat?
    Lonjakan terjadi karena tingginya aktivitas pembelian dan penggunaan RTB token menjelang FIFA World Cup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *