Sumut

Gubernur Sumut Bobby Nasution Geram PLN Lakukan Pemadaman Bergilir, Warga Rugi dan Minta Kompensasi

×

Gubernur Sumut Bobby Nasution Geram PLN Lakukan Pemadaman Bergilir, Warga Rugi dan Minta Kompensasi

Sebarkan artikel ini

Gubernur Sumut menilai pemadaman listrik bergilir tanpa informasi yang jelas telah merugikan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.

Bobby Nasution Tegur PLN Sumut
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (tengah) menjawab pertanyaan media di Kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban Wilayah Sumatera Bagian Utara di Medan, Sumut, Senin (8/6/2026).

Topikseru.com, Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution melontarkan teguran keras kepada jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara atau UID Sumut terkait Pemadaman Listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Bobby meminta PLN bertanggung jawab atas kerugian yang dialami masyarakat akibat gangguan pasokan listrik tersebut.

Teguran itu disampaikan Bobby saat meninjau Kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara di Medan, Senin (9/6/2026).

Menurut Bobby, gelombang keluhan masyarakat terus berdatangan dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Pemadaman listrik yang terjadi secara bergilir dinilai telah mengganggu aktivitas warga, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

“Masyarakat sudah mengeluh. Mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini, terutama pengusaha kecil yang mengandalkan listrik,” kata Bobby.

Masyarakat Keluhkan Minimnya Informasi Pemadaman

Selain dampak ekonomi, Bobby juga menyoroti minimnya informasi yang diberikan PLN kepada pelanggan terkait jadwal pemadaman maupun wilayah yang terdampak.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat tidak memiliki waktu untuk melakukan persiapan, sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.

“Masalahnya, kita tidak tahu bagaimana pemadaman listrik berlangsung. Masyarakat tidak mendapat pemberitahuan dengan jelas, sehingga tidak ada persiapan. Itu terjadi berulang setiap hari,” ujarnya.

Bobby menegaskan, kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat cuaca ekstrem memang dapat dipahami. Namun, PLN tetap harus mengedepankan transparansi informasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

Menantu mantan Presiden Jokowi ini meminta PLN aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota agar informasi pemadaman dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.

“Sampaikan kepada kami apa yang bisa kami bantu. PLN juga bisa berkoordinasi dengan kepala daerah agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas. Jangan seperti ini terus beralasan,” tegas Bobby.

Bobby Nasution Minta PLN Berikan Kompensasi

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelanggan terdampak, Bobby meminta PLN memberikan kompensasi sesuai aturan yang berlaku.

Kompensasi tersebut tidak harus dalam bentuk uang tunai, melainkan dapat berupa potongan tagihan listrik atau diskon pembelian token bagi pelanggan prabayar.

“Besaran kompensasinya silakan PLN tenukan sesuai ketentuan. Tetapi yang jelas harus ada kompensasi kepada masyarakat yang terdampak,” katanya.

Bobby bahkan membandingkan kondisi tersebut dengan kebijakan PLN terhadap pelanggan yang terlambat membayar tagihan.

Menurutnya, pelanggan yang menunggak pembayaran langsung dapat sanksi, mulai dari denda hingga pemutusan sambungan listrik.

“Terlambat membayar sedikit saja langsung ada sanksi, bahkan sampai pencopotan meteran. Karena itu masyarakat juga berhak mendapatkan perhatian ketika mengalami kerugian akibat gangguan layanan,” ujarnya.

PLN Minta Maaf dan Percepat Perbaikan Tower SUTET

Menanggapi kritik tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumut, Mundakhir Salman, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas gangguan pelayanan yang terjadi.

Ia menjelaskan bahwa saat ini PLN tengah mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan dengan melakukan perbaikan terhadap 12 tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Menurutnya, ratusan petugas masih bekerja di lapangan untuk memastikan proses perbaikan dapat segera selesai dan pasokan listrik kembali normal.

Terkait usulan kompensasi bagi pelanggan, Mundakhir menyebut PLN akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Usulan kompensasi bagi pelanggan akan kami sampaikan kepada Kementerian ESDM karena kewenangan penetapannya berada di pemerintah pusat,” kata Mundakhir.

Pemulihan Kelistrikan Jadi Sorotan

Gangguan listrik yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik.

Selain berdampak pada aktivitas rumah tangga, pemadaman juga memengaruhi sektor usaha, layanan publik, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap proses perbaikan jaringan transmisi dapat segera rampung sehingga pasokan listrik kembali stabil dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *