Sumut

Aksi Pilu Pasutri Nelayan Bersujud di Depan Baliho Bobby Tak Bisa Bayar Tagihan RS Rp 147 Juta Anaknya

×

Aksi Pilu Pasutri Nelayan Bersujud di Depan Baliho Bobby Tak Bisa Bayar Tagihan RS Rp 147 Juta Anaknya

Sebarkan artikel ini

Dinkes Sumut Bantu Lobi RS Keringanan Biaya

Sumut
Sepasang suami istri (pasutri) nelayan asal Desa Kelantan, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, jadi perhatian netizen, saat bersujud di hadapan Baleho Gubsu dan Wagubsu memohon bantuan pada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, karena tak mampu bayar uang tagihan operasi anaknya di Rumah Sakit.(Foto: Topikseru.com/ tangkapan layar video)

Topikseru.com, Medan – Video perjalanan sepasang suami istri (pasutri) asal Desa Kelantan, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, jadi perhatian netizen. Keduanya bersujud memohon bantuan pada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, karena tak mampu bayar uang tagihan operasi anaknya di Rumah Sakit.

Pasutri tersebut tampak berdiri lunglai di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara sambil menangis histeris. Tidak hanya itu, dalam suasana penuh keputusasaan, Pasutri berjalan mendekati sebuah baliho besar bergambar wajah Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Sumut Surya di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara jalan Diponegoro nomor 30 Medan, guna menyuarakan permohonan bantuan secara langsung.

“Pak bantu kami pak, anak saya terbaring di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere pak, biayanya terlalu besar pak kami tidak punya uang lagi, rumah pun sudah saya gadai untuk menebus anak saya,” ujar sang ibu sembari berurai air mata dalam potongan video tersebut.

Aksi pasutri ini semakin mengundang simpati netizen ketika sang istri memutuskan untuk bersujud tepat di hadapan baliho pemimpin daerah tersebut demi mengetuk hati pemerintah setempat.

“Tolong Pak, bantu saya, saya minta tolong, ini seorang ibu memohon pada bapak, Pak Bobby tolong,” rintih perempuan itu sembari bersujud menghadap ke arah baliho. Berdasarkan informasi yang dihimpun, buah hati dari pasangan tersebut saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Mitra Medika Premiere Medan.

Sumut
Ibu bersama sang anak di RS Medika Premiere Medan. (Foto: Topikseru.com/ tangkapan layar video)

Korban harus dilarikan ke rumah sakit setelah menderita luka tusukan yang cukup parah. Hal inilah yang memicu melonjaknya total tagihan biaya pengobatan rumah sakit hingga menyentuh angka ratusan juta rupiah, sebuah nominal yang diakui pihak keluarga berada jauh di luar kemampuan finansial mereka.

Pemprovsu Bantu Melobi RS Kurangi Biaya Operasi

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kesehatan Sumut telah mengupayakan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan korban tusukan benda tajam yang dirawat di RS Mitra Medika Premiere Medan. Dari tagihan Rp147 juta, diberikan keringanan dari RS sehingga menjadi Rp129,5 juta

Di sisi lain, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS, sehingga dapat dilayani dengan  layanan Universal Health Coverage (UHC) dan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah agar tidak terbebani biaya pengobatan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial terkait tingginya biaya pengobatan pasien tersebut. Tim Dinkes Sumut bahkan turun langsung ke rumah sakit untuk membantu keluarga pasien memperoleh keringanan biaya.

Menurut Faisal, pasien anak seorang nelayan, warga Desa Kelantan, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, awalnya datang ke RS Pertamina Pangkalan Brandan, pada 31 Mei 2026 dengan kondisi mengalami luka tusuk akibat benda tajam.

“Berdasarkan penjelasan tim, seorang pasien dengan keluhan tertusuk benda tajam mendatangi RS Pertamina Pangkalan Brandan pada 31 Mei 2026. Pasien kemudian mendapatkan penanganan kegawatdaruratan dan tindakan medis lainnya,” ujar Faisal, Sabtu (6/6/2026).

Setelah mendapatkan penanganan awal, dokter jaga menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit di Medan karena membutuhkan penanganan dokter spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular.

Faisal menjelaskan, keluarga pasien kemudian memilih RS Mitra Medika Premiere sebagai lokasi perawatan lanjutan. Namun rumah sakit tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga seluruh biaya pengobatan menjadi tanggungan pasien.

“Sejak awal keluarga pasien sudah diberi penjelasan bahwa rumah sakit yang dipilih tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan estimasi biaya pengobatan cukup besar. Sebelum operasi dilakukan, keluarga juga telah menandatangani surat persetujuan tindakan medis dengan estimasi biaya sekitar Rp147 juta,” katanya.

Dalam perkembangannya, keluarga pasien merasa keberatan dengan besarnya biaya yang harus ditanggung. Menyikapi hal itu, Dinkes Sumut bersama Direktur RS Pertamina Pangkalan Brandan melakukan komunikasi dengan pihak RS Mitra Medika Premiere untuk meminta keringanan biaya.

“Total tagihan sebesar Rp147 juta. Setelah kami komunikasikan dengan pihak rumah sakit, diberikan keringanan sehingga menjadi Rp129,574 juta. Keluarga pasien juga telah melakukan deposit sebesar Rp45 juta, sehingga sisa tagihan menjadi Rp84,574 juta,” jelas Faisal.

Selain memberikan potongan biaya, pihak rumah sakit juga memberikan kelonggaran waktu pembayaran hingga 10 Juni 2026.

“Ketika keluarga pasien belum dapat melunasi tagihan, pihak rumah sakit berkomitmen memberikan waktu pembayaran sampai 10 Juni 2026. Sementara itu, kami terus berupaya mencari solusi agar beban biaya dapat semakin berkurang,” ujarnya.

Faisal menegaskan, kasus tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah dijamin pemerintah melalui program UHC dan Probis Sumut Berkah.

“Dinkes Sumut telah memberikan penjelasan dan edukasi kepada keluarga pasien terkait mekanisme layanan Universal Health Coverage (UHC) dan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program tersebut agar tidak terbebani biaya pengobatan,” katanya.

Menurut Faisal, UHC dan Probis Sumut Berkah merupakan program prioritas Pemerintah Provinsi Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Bobby Nasution dan H Surya. Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP.

“Banyak rumah sakit yang berkualitas dan sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir tidak mendapatkan pelayanan. Program UHC dan Probis Sumut Berkah menjadi prioritas Pak Gubernur Bobby Nasution. Bahkan belum genap setahun menjabat, program UHC sudah diluncurkan. Mari manfaatkan kemudahan ini agar masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk berobat,” kata Faisal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *