Sumut

BRT Mebidang Gunakan Armada Bus Listrik Tiongkok

×

BRT Mebidang Gunakan Armada Bus Listrik Tiongkok

Sebarkan artikel ini

Mulai Beroperasi Tahun Ini

Bus Listrik Tiongkok
Ilustrasi bus listrik buatan Tiongkok. Perusahaan kendaraan listrik asal China, Yutong.(Foto: Topikseru.com/ gaikindo)

Topikseru.com, Medan – Bus Rapid Transit Medan-Binjai-Deliserdang atau BRT Mebidang akan beroperasi menggunakan armada bus listrik melalui kerja sama dengan Tiongkok. Direncanakan Proyek Strategis Nasional mulai beroperasi tahun 2026 ini.

Pada tahap awal operasional, BRT akan melayani 12 koridor. Sejumlah 10 koridor berada di wilayah Kota Medan. Sedangkan dua koridor lainnya melayani kawasan Mebidang dan dikelola Pemprov Sumut bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.

Dua koridor yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Sumut meliputi rute Binjai–Medan–Carrefour serta Lubukpakam–Amplas–Simpang Pelangi. Dinas Perhubungan Sumut optimistis kehadiran BRT dapat membantu mengatasi berbagai persoalan transportasi di kawasan Mebidang.

Kepastian itu disampaikan saat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kementerian Perhubungan membahas berbagai langkah strategis guna mempercepat pembangunan Bus Rapid Transit Medan-Binjai-Deliserdang. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan proyek strategis nasional tersebut dapat rampung sesuai target pada tahun 2027.

“Pemprov Sumut sangat mendukung proyek BRT Mebidang yang merupakan PSN. Program ini untuk mewujudkan transportasi publik perkotaan yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan,” ujar Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap saat membahas pembangunan fisik, kelembagaan, regulasi, hingga skema pembiayaan guna mendukung operasional transportasi publik modern di kawasan Mebidang di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (10/6/2026).

Terkait kelembagaan, Sulaiman menyampaikan, pada tahap awal pengelolaan PSN BRT Mebidang akan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Perhubungan Sumut.

Selain itu, Pemprov Sumut juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), yang berpotensi mendukung pengembangan program tersebut.

Sementara itu, Advisor Ditjen Perhubungan Darat untuk Mastrans, Danang Parikesit menyampaikan, proyek Sistem Transportasi Massal Perkotaan (Mastran Project) yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang telah berjalan dari sisi pembangunan fisik, seperti halte dan jalur koridor.

Meski demikian, menurutnya masih diperlukan pembahasan lebih lanjut terkait aspek kelembagaan, regulasi, dan pembiayaan. Hal tersebut penting mengingat operasional BRT Mebidang juga melibatkan sejumlah pemerintah daerah, yakni Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Kota Binjai, dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

Rapat dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan, Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Sumut Candra Dalimunte, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumut Rahmat Hidayat Siregar, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumut Ade Sofianita, Kepala Biro Hukum Setdaprov Sumut Aprilla Haslantini Siregar, jajaran Kementerian Perhubungan, perwakilan Bank Dunia.

Sebelumnya, direncanakan ada 17 rute dengan 515 bus yang akan dihadirkan dengan menelan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1,9 triliun untuk pembangunan BRT Mebidang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *