Topikseru.com, Jakarta – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memberikan apresiasi kepada jajaran TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral III atas langkah cepat dalam mengamankan temuan 42 jerigen berisi cairan merkuri atau Air Raksa yang ditemukan dalam pemeriksaan barang di KM Nggapulu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Temuan tersebut terjadi saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang yang dibongkar dari KM Nggapulu setelah kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada 2 Juni 2026. Dalam proses verifikasi dokumen dan pengecekan fisik, petugas menemukan ketidaksesuaian antara dokumen pengiriman dengan isi barang yang sebenarnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya satu koli yang berisi 42 jerigen cairan merkuri dengan total berat mencapai sekitar 544 kilogram. Barang tersebut kemudian diamankan sebelum diserahkan kepada Tim Kodaeral III TNI AL untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Temuan Merkuri Ungkap Pentingnya Pengawasan Berlapis
Direktur SDM dan Umum PELNI, Heri Purnomo, mengatakan peristiwa tersebut menjadi bukti pentingnya sistem pengawasan berlapis dalam operasional transportasi laut, termasuk sinergi antara perusahaan pelayaran dan aparat keamanan.

Menurut Heri, tindakan cepat yang dilakukan petugas di lapangan mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan aktivitas kepelabuhanan dan pelayaran nasional.
“Atas nama manajemen PELNI, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI AL melalui Tim LO PELNI yang bertugas di Pelabuhan Tanjung Priok atas kesigapan dan profesionalisme dalam mengamankan temuan tersebut,” ujar Heri dalam keterangan resminya.
Dia menegaskan, PELNI siap mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan aparat berwenang dengan menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan guna mengungkap asal-usul serta tujuan pengiriman barang tersebut.
PELNI Perkuat Pengawasan dan Dukungan Penegakan Hukum
PELNI memastikan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap proses pengangkutan barang di seluruh armada kapal miliknya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan jalur transportasi laut dalam distribusi barang berbahaya maupun ilegal.
Heri menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan prinsip utama yang dijalankan perusahaan dalam seluruh aktivitas operasional.
“Kami berkomitmen penuh untuk memperkuat kolaborasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait demi menjaga Keamanan Pelayaran nasional,” katanya.
Kerja Sama PELNI dan TNI AL Berjalan Dua Tahun
Kerja sama antara PELNI dan TNI AL telah berlangsung selama dua tahun terakhir melalui penempatan personel TNI AL sebagai perwira penghubung atau liaison officer (LO) di kantor pusat maupun sejumlah cabang utama PELNI.
Saat ini personel penghubung TNI AL ditempatkan di Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Ambon guna memperkuat sistem pengamanan operasional serta pengawasan aktivitas kepelabuhanan.
Kolaborasi tersebut juga diperluas pada periode angkutan puncak seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru dengan menambah personel keamanan di pelabuhan maupun kapal penumpang.
Komitmen Jaga Keamanan Pelayaran Nasional
Sebagai perusahaan pelayaran terbesar di Indonesia, PELNI menegaskan komitmennya untuk menjadikan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama.
Selain menjamin kenyamanan penumpang, perusahaan juga berupaya memastikan seluruh aktivitas pengangkutan barang berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Temuan 42 jerigen merkuri di KM Nggapulu menjadi pengingat penting bahwa pengawasan ketat di sektor transportasi laut harus terus diperkuat guna mencegah peredaran barang berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan publik dan lingkungan.












