Topikseru.com – Timnas Prancis akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi lawan yang menyimpan kenangan pahit dalam sejarah Les Bleus, yakni Senegal. Pertandingan Grup I tersebut akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB.
Bagi Prancis, laga ini bukan sekadar pertandingan pembuka. Ini adalah kesempatan untuk membalas kekalahan mengejutkan 0-1 dari Senegal pada laga pembuka Piala Dunia 2002, salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah turnamen.
Sebaliknya, bagi Senegal, duel melawan juara dunia dua kali itu merupakan peluang untuk kembali menorehkan kisah heroik di panggung sepak bola terbesar dunia.
Jejak Kolonial yang Menghubungkan Dua Negara
Hubungan Prancis dan Senegal tidak hanya tercipta di lapangan hijau.
Prancis mulai hadir di Senegal sejak 1659 dan secara bertahap menjadikan negara Afrika Barat tersebut sebagai koloni hingga abad ke-19. Senegal baru memperoleh kemerdekaannya pada 4 April 1960.
Ikatan sejarah tersebut membuat hubungan budaya kedua negara begitu erat. Tak heran, banyak pemain Senegal memiliki akar dan jejak kehidupan di Prancis.
Dari 26 pemain dalam skuad Senegal di Piala Dunia 2026, sebanyak 10 pemain lahir di Prancis, termasuk tiga penjaga gawang mereka yang dipimpin kiper utama Edouard Mendy.
Di sisi lain, Timnas Prancis juga memiliki ikatan kuat dengan Afrika. Sepuluh pemain Les Bleus diketahui memiliki darah keturunan Afrika, termasuk Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Aurelien Tchouameni, Michael Olise, hingga N’Golo Kante.
Senegal dan Mimpi Mengulang Kejutan 2002
Senegal baru melakukan debut di Piala Dunia pada edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Namun, mereka langsung menciptakan sensasi dengan menembus babak perempat final.
Puncak kejutan itu terjadi ketika Papa Bouba Diop mencetak gol tunggal yang mengalahkan Prancis 1-0 pada laga pembuka.
Kala itu, Prancis datang sebagai juara bertahan dan diperkuat trio penyerang mematikan Thierry Henry, David Trezeguet, dan Djibril Cisse. Namun, dominasi mereka tak berarti apa-apa di hadapan disiplin dan efektivitas permainan Senegal.
Kini, Singa Teranga kembali datang dengan filosofi yang sama: organisasi pertahanan yang solid, pressing agresif, dan transisi menyerang yang cepat.
Tim asuhan Pape Thiaw diyakini akan menjadikan kemenangan tahun 2002 sebagai inspirasi untuk kembali memberikan kejutan.
Prancis Datang Sebagai Salah Satu Favorit Juara
Meski dibayangi memori buruk, Prancis tetap datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu kandidat terkuat juara bersama Spanyol.
Les Bleus lolos ke turnamen ini sebagai juara Grup D Kualifikasi Zona Eropa setelah meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang.
Dalam laga persahabatan menjelang Piala Dunia, tim asuhan Didier Deschamps juga menunjukkan performa impresif dengan mengalahkan Brasil, Kolombia, dan Irlandia Utara. Satu-satunya kekalahan mereka datang dari Pantai Gading dengan skor 1-2.
Kedalaman skuad bertabur bintang membuat Prancis tetap menjadi tim yang sangat ditakuti.
Ambisi Besar Didier Deschamps
Pelatih Didier Deschamps memiliki misi besar di Piala Dunia 2026.
Pelatih berusia 57 tahun itu membidik final Piala Dunia ketiga secara beruntun setelah membawa Prancis juara pada 2018 dan menjadi runner-up pada 2022.
Jika berhasil mengangkat trofi, Deschamps akan mengukuhkan diri sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola dunia.
Namun, sebelum berbicara jauh soal trofi, Les Bleus harus lebih dulu melewati ujian berat bernama Senegal.
Tim asal Afrika tersebut terbukti selalu menjadi lawan yang merepotkan bagi Prancis. Dalam empat edisi Piala Dunia terakhir, Les Bleus tercatat tiga kali kalah dari wakil Afrika, yakni Senegal (2002), Afrika Selatan (2010), dan Tunisia (2022).
Statistik itu menjadi peringatan bahwa laga melawan Senegal tidak akan mudah.
Duel yang Bisa Menentukan Arah Grup I
Pertandingan pembuka Grup I diprediksi berlangsung sengit.
Prancis akan mengandalkan kualitas individu, penguasaan bola, dan pengalaman para pemainnya. Sementara Senegal diyakini kembali mengusung permainan fisik, disiplin bertahan, dan serangan balik cepat.
Apakah Les Bleus mampu membalas luka lama dari 2002? Atau justru Senegal kembali menciptakan dongeng baru di Piala Dunia?
Jawabannya akan tersaji di MetLife Stadium dalam salah satu pertandingan paling emosional pada fase grup Piala Dunia 2026.












