Kesehatan

Dokter Ingatkan Gangguan Kandung Kemih Bisa Menyerang Pria dan Wanita, Jangan Dianggap Sepele

×

Dokter Ingatkan Gangguan Kandung Kemih Bisa Menyerang Pria dan Wanita, Jangan Dianggap Sepele

Sebarkan artikel ini
gangguan kandung kemih
Dokter spesialis urologi mengingatkan gangguan kandung kemih bisa dialami pria dan wanita

Topikseru.com – Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Perempuan, Fungsional, dan Neurologi, Prof. Dr. Harrina Erlianti Rahardjo, Sp.U(K), Ph.D, mengingatkan bahwa gangguan kandung kemih tidak hanya dialami perempuan, tetapi juga dapat menyerang pria dari berbagai kelompok usia.

Menurut Prof Harrina atau yang akrab disapa Prof Rina, kelainan saluran kemih bagian bawah dapat terjadi pada siapa saja dan perlu dikenali sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

“Kelainan saluran kemih bagian bawah itu bisa mengenai berbagai usia dan berbagai jenis kelamin. Jadi, tidak eksklusif hanya untuk perempuan,” kata Prof Rina dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Dia menjelaskan terdapat sejumlah tanda gangguan kandung kemih yang kerap diabaikan masyarakat. Di antaranya tidak mampu menahan keinginan buang air kecil, sering mengompol, sulit mengontrol buang air kecil, hingga frekuensi berkemih yang terlalu sering.

Selain itu, kondisi buang air kecil yang tidak lancar atau harus mengejan saat berkemih juga disebut dapat menjadi indikasi adanya gangguan pada saluran kemih.

Sering Buang Air Kecil Bisa Jadi Tanda Gangguan

Prof Rina mengatakan seseorang perlu waspada apabila memiliki keinginan buang air kecil setiap 30 menit hingga satu jam sekali. Kondisi tersebut, kata dia, dapat menjadi tanda adanya gangguan kandung kemih yang membutuhkan pemeriksaan medis.

Tak hanya itu, kebiasaan terbangun berulang kali pada malam hari untuk buang air kecil juga perlu diperhatikan.

Namun demikian, ia mengingatkan pola konsumsi makanan dan minuman turut memengaruhi kondisi saluran kemih. Minuman berkafein dan konsumsi air putih dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan frekuensi berkemih.

“Cara kita berkemih itu juga memengaruhi timbulnya gejala pada saluran kemih,” ujarnya.

Stres hingga Menopause Bisa Memicu Gangguan Berkemih

Prof Rina menambahkan terdapat sejumlah faktor lain yang dapat memicu gangguan berkemih, salah satunya stres kronis.

Khusus pada perempuan, kondisi seperti penurunan rahim setelah melahirkan, turun panggul, hingga menopause juga disebut berpengaruh terhadap fungsi kandung kemih.

Sementara pada laki-laki, peningkatan sensitivitas kandung kemih dapat terjadi saat memasuki masa andropause. Faktor usia dan penyakit penyerta juga dinilai berkontribusi terhadap munculnya gangguan tersebut.

Jangan Mengejan Saat Buang Air Kecil

Pada kesempatan yang sama, dokter spesialis rehabilitasi medik subspesialis neuromuskular, dr. Stephanie Theodora Y, Sp.KFR(K), mengatakan gangguan berkemih sebaiknya tidak dianggap sepele karena dapat mengganggu kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.

Dia mencontohkan banyak pasien yang datang dengan keluhan buang air kecil setiap satu jam sekali sehingga aktivitas mereka menjadi terganggu.

“Jangan dianggap enteng,” kata Stephanie.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengejan saat buang air kecil seperti ketika buang air besar karena kebiasaan tersebut dapat memperburuk kondisi saluran kemih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *