Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Selasa (30/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 5.675,35 pada pukul 15:30 WIB atau melemah 2,50% dibanding penutupan perdagangan sebelumnya. Sepanjang tahun berjalan ini, IHSG sudah anjlok 34,37%.
Koreksi IHSG membuat valuasi sejumlah saham unggulan kembali ke kisaran level saat pandemi Covid-19. Kondisi ini dinilai mulai membuka peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.
Dalam diskusi bersama PT Sucor Sekuritas, CEO Komunitas Belimbing Stocks William Setiawan menyampaikan pelemahan IHSG justru mulai membuka peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.
Menurut William, IHSG saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran 5.700 hingga 6.000. Tekanan jual juga mulai mereda seiring menyusutnya volume transaksi harian.
“Valuasi indeks saat ini sudah kembali ke level krisis Covid-19. Bahkan beberapa emiten unggulan diperdagangkan di bawah valuasi saat krisis tersebut,” ujar William, Selasa (30/6/2026).
William mengatakan kondisi tersebut menjadi peluang bagi investor yang memiliki horizon investasi jangka panjang. Namun, keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada analisis fundamental, bukan hanya sentimen pasar jangka pendek.
Selain mencermati saham-saham yang telah terkoreksi, William juga menilai sejumlah penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) tahun ini masih menarik untuk dicermati.
Seperti diketahui, ada enam perusahaan yang sedang berproses untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Yakni, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH).
Kemudian tiga perusahaan lainnya ada, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dan perusahaan merek INCAO yaitu PT Niramas Utama Tbk (JELI).
“Ditambah ada beberapa IPO yang cukup menarik seperti JELI dan PRDL. Ini justru bisa menjadi momentum yang baik bagi investor yang berani masuk dengan perspektif jangka panjang,” ucap William.
IHSG Anjlok 2,4% ke 5.679,7 di Perdagangan Sesi Pertama
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan hingga akhir perdagangan sesi pertama hari ini. Selasa (30/6/2026) pukul 12.00 WIB, IHSG anjlok 141,038 poin atau 2,42% ke 5.679,752 di akhir sesi pertama.
Pelemahan IHSG ini disokong seluruh indeks sektoral. Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Baku yang anjlok 4,3%.
Selanjutnya ada IDX Sektor Energi turun 3,31%, IDX Sektor Perindustrian turun 2,68%.
IDX Sektor Infrastruktur melemah 2,44% dan IDX Sektor Properti dan Real Estate turun 2,35%.
Berikutnya, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer turun 2,23%, IDX Sektor Transportasi dan Logistik turun 2,22% dan IDX Sektor Kesehatan melemah 1,75%.
Disusul, IDX Sektor Keuangan turun 1,69%, IDX Sektor Barang Konsumen Primer turun 1,07% dan IDX Sektor Teknologi turun 0,19%.
Total volume transaksi bursa mencapai 12,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,522 triliun. Sebanyak 583 saham turun harga, 99 naik harga dan 110 flat.
Top losers LQ45 siang ini adalah:
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 6,53%
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 6,49%
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 6,14%
Top gainers LQ45 siang ini terdiri dari:
PT Indosat Tbk (ISAT) naik 0,86%
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 0,75%
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 0,38%
IHSG Pagi Ini Langsung Tersungkur 82,670 Poin Terseret ke Level 5.738,12
Pada perdagangan Selasa (30/6/2026) pukul 09.10 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tersungkur turun 82,670 poin atau 1,42% ke 5.738,12.
Pelemahan IHSG ini disokong hampir seluruh indeks sektoral. Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Baku yang ambles 2,58% di awal perdagangan.
Berikutnya ada IDX Sektor Infrastruktur, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Perindustrian dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer.
Selanjutnya, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer, IDX Sektor Keuangan, IDX Sektor Properti dan Real Estate, IDX Sektor Teknologi dan IDX Sektor Kesehatan.
Sementara itu, IDX Sektor Transportasi dan Logistik menjadi satu-satunya sektoral yang menguat setelah naik tipis 0,02% di pagi ini.
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 4,55%
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 3,94%
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 3,69%
Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 0,76%
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 0,33%
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 0,31%












