Ekonomi dan Bisnis

Analis Pasar: IHSG Berpotensi Terkoreksi di Kisaran Level 5.520 hingga 5.740

×

Analis Pasar: IHSG Berpotensi Terkoreksi di Kisaran Level 5.520 hingga 5.740

Sebarkan artikel ini
IHSG
IHSG ditutup melemah 3,05% atau terkoreksi 177 poin ke level 5.643. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pergerakan IHSG masih dibayangi berbagai sentimen global dan domestik.

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan hari ini (1/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali menghadapi tekanan di pasar spot.

Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup melemah 3,05% atau terkoreksi 177 poin ke level 5.643. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pergerakan IHSG masih dibayangi berbagai sentimen global dan domestik.

Dari eksternal, investor mencermati perkembangan dialog antara Amerika Serikat dan Iran dalam upaya meredakan konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Selain itu, pelaku pasar juga menaruh perhatian pada arah kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed).

Meskipun pasar mulai mengantisipasi pemangkasan suku bunga tahun ini, langkah tersebut diperkirakan baru akan dilakukan pada September 2026 mendatang.

ah Dari dalam negeri, pelemahan IHSG turut dipengaruhi oleh tekanan nilai tukar rupiah yang tembus ke atas Rp17.900 per dolar Amerika Serikat.

Di mana, rupiah ditutup melemah 0,31% ke Rp 17.907 per dolar AS pada Rabu (30/6/2026). Nico menilai, depresiasi rupiah terjadi di tengah ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter global masih akan ketat dalam waktu dekat.

Di sisi lain, pasar belum merespons positif komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

“Pasar juga mencermati rilis sejumlah data ekonomi domestik seperti inflasi, neraca perdagangan, dan aktivitas manufaktur yang akan menjadi indikator arah ekonomi ke depan,” imbuhnya.

Untuk perdagangan hari ini (1/7/2026), Nico memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan kisaran pergerakan di level 5.520 hingga 5.740.

Adapun sentimen utama yang akan dicermati pelaku pasar berasal dari data ekonomi Amerika Serikat, antara lain rilis Conference Board Consumer Confidence, Present Situation, serta JOLTS Job Openings.

Sementara itu, dari sisi pergerakan saham, Indeks LQ45 juga tercatat melemah pada perdagangan hari ini. Beberapa saham yang masih mencatatkan penguatan antara lain CPIN, PGEO, WIFI, ICBP, dan UNVR.

Sedangkan saham yang mengalami tekanan di antaranya ESSA, BRPT, MDKA, DEWA, dan CUAN. Di luar indeks utama, saham-saham yang mencatatkan kenaikan signifikan di antaranya PEGE, AYLS, BOBA, ESTA, dan ELPI.

Sementara saham dengan penurunan terdalam antara lain SAME, MMIX, EPAC, PANS, dan TALF.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *