Kesehatan

Kenali 6 Tanda Gangguan Kepribadian Ganda Sebelum Terlambat, Mungkin Anda salah Satunya!

×

Kenali 6 Tanda Gangguan Kepribadian Ganda Sebelum Terlambat, Mungkin Anda salah Satunya!

Sebarkan artikel ini
Gangguan Kepribadian Ganda
ils: Gangguan Kepribadian Ganda

Ringkasan Berita

  • Dalam kondisi ini, seseorang memiliki dua atau lebih identitas atau kepribadian yang berbeda.
  • Setiap identitas ini unik, memiliki ingatan, karakteristik, dan perilaku yang berbeda.
  • Setiap bagian dari pikiran ini kemudian berkembang menjadi identitas terpisah dengan tujuan dan fungsinya masing-masing.

TOPIKSERU.COMGangguan Kepribadian Ganda (GKG) atau Dissociative Identity Disorder (DID) adalah gangguan mental yang kompleks.

Dalam kondisi ini, seseorang memiliki dua atau lebih identitas atau kepribadian yang berbeda. Setiap identitas ini unik, memiliki ingatan, karakteristik, dan perilaku yang berbeda.

GKG sering muncul sebagai respons terhadap trauma yang sangat berat, seperti pelecehan fisik, emosional, atau seksual yang berulang.

Penyebab Terjadinya GKG

Trauma masa kecil yang intens sering kali menjadi pemicu utama munculnya GKG. Pikiran individu terpecah menjadi beberapa bagian untuk bertahan menghadapi rasa sakit yang luar biasa.

Setiap bagian dari pikiran ini kemudian berkembang menjadi identitas terpisah dengan tujuan dan fungsinya masing-masing. Gangguan ini berkembang sebagai mekanisme pertahanan untuk melindungi diri dari trauma yang mendalam.

Gejala dan Tanda GKG

Mendeteksi GKG bisa sangat sulit, bahkan untuk profesional medis. Namun, ada beberapa tanda yang sering terlihat pada penderita GKG, antara lain:
– Kehilangan Ingatan: Sering lupa akan peristiwa penting yang berkaitan dengan trauma.
– Perubahan Identitas: Tiba-tiba berubah dalam hal nama, usia, atau jenis kelamin.
– Perubahan Perilaku: Terdapat perbedaan drastis dalam cara berbicara, kebiasaan, dan gaya hidup.
– Mendengar Suara: Sering kali terdengar suara dalam pikiran yang seolah-olah berasal dari orang lain.
– Depersonalisasi: Merasa seperti mengamati diri sendiri dari luar tubuh.
– Disosiasi: Merasa terputus dari realitas atau dunia sekitar.

Dampak GKG terhadap Kehidupan Sehari-hari

Gangguan Kepribadian Ganda (GKG) memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan sehari-hari seseorang.

Mereka yang mengalami GKG sering kali menghadapi kesulitan dalam menjaga hubungan sosial dan emosional karena perubahan identitas yang tidak dapat diprediksi. Selain itu, masalah konsentrasi dan ingatan bisa mengganggu pekerjaan atau pendidikan.

Banyak penderita GKG juga mengalami kecemasan dan depresi, yang memperburuk kualitas hidup mereka. Perasaan terasing dari realitas atau bahkan diri sendiri bisa membuat individu merasa terputus dari dunia, sehingga membuat aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, belajar, atau berinteraksi sosial, menjadi sangat menantang.

Dampak psikologis lainnya termasuk kesulitan dalam mengambil keputusan, kerentanan terhadap stres, serta rendahnya kepercayaan diri.

Perbedaan Antara Alter Ego dan Kepribadian Ganda

Sering kali istilah alter ego dan kepribadian ganda disalahartikan sebagai hal yang sama, padahal mereka memiliki perbedaan yang mendasar:

– Alter Ego: Sisi lain dari kepribadian yang muncul dalam situasi tertentu, misalnya saat bekerja atau bersosialisasi.

– Kepribadian Ganda: Kondisi klinis di mana individu memiliki dua atau lebih identitas yang independen, dengan ingatan, emosi, dan perilaku yang berbeda.

Studi Kasus: Sybil

Kasus Sybil adalah salah satu contoh paling terkenal dari Gangguan Kepribadian Ganda (GKG), yang menjadi sorotan publik dan memicu diskusi luas tentang kondisi ini. Sybil, nama samaran dari Shirley Ardell Mason, adalah seorang wanita Amerika yang didiagnosis memiliki 16 kepribadian berbeda.

Kisahnya pertama kali terungkap melalui buku “Sybil” yang ditulis oleh Flora Rheta Schreiber pada tahun 1973, kemudian diadaptasi menjadi film pada tahun 1976.

Masing-masing dari 16 kepribadian Sybil memiliki karakteristik yang sangat berbeda, baik dari segi usia, perilaku, hingga kemampuan. Beberapa identitas yang muncul di dalam dirinya antara lain:

– Victoria: Seorang wanita yang cerdas dan berpendidikan.
– Peggy Lou: Seorang gadis muda yang sering merasa ketakutan dan cemas.
– Vanessa: Seorang individu yang penuh semangat dan berbakat musik.

Perbedaan-perbedaan ini tidak hanya memengaruhi cara Sybil berinteraksi dengan dunia luar, tetapi juga ingatan dan cara berpikirnya. Setiap kepribadian muncul pada waktu yang berbeda, tergantung pada situasi emosional dan stres yang dialami Sybil.

Gangguan yang dialami Sybil diyakini disebabkan oleh trauma berat yang ia alami selama masa kecilnya. Ibunya diduga melakukan pelecehan emosional, fisik, dan seksual terhadap Sybil dalam bentuk penyiksaan yang sangat ekstrem. Trauma ini membuat pikiran Sybil terpecah sebagai mekanisme pertahanan untuk melindungi dirinya dari rasa sakit yang luar biasa.

Sybil menjalani terapi intensif dengan psikiater bernama Dr. Cornelia B. Wilbur, yang memainkan peran penting dalam mendiagnosis dan membantu mengintegrasikan kepribadian-kepribadian yang terpecah.

Dr. Wilbur menggunakan pendekatan psikoterapi jangka panjang untuk menggali trauma masa lalu Sybil dan mencoba mengembalikan identitasnya ke dalam satu kepribadian yang utuh. Terapi ini berlangsung selama bertahun-tahun dan mencakup berbagai teknik, termasuk hipnoterapi, yang digunakan untuk membawa Sybil ke dalam keadaan disosiasi dan membantu mengingat kembali trauma yang telah ditekan oleh dirinya.

Meskipun kasus Sybil menjadi titik penting dalam pemahaman GKG, kasus ini juga tidak lepas dari kontroversi. Beberapa kritikus dan profesional medis kemudian mempertanyakan keaslian diagnosis Sybil dan menyebutnya sebagai hasil sugesti dari Dr. Wilbur. Ada dugaan bahwa beberapa kepribadian Sybil muncul sebagai respons terhadap pertanyaan yang sugestif selama sesi terapi.

Namun demikian, terlepas dari kontroversi ini, kisah Sybil tetap menjadi simbol penting dalam penelitian dan pemahaman tentang Gangguan Kepribadian Ganda. Kasus ini membuka jalan bagi lebih banyak penelitian tentang trauma dan disosiasi, serta membantu meningkatkan kesadaran publik tentang kondisi mental yang jarang dipahami pada saat itu.

Kasus Sybil tidak hanya berdampak pada dunia medis, tetapi juga memengaruhi budaya populer. Buku dan film “Sybil” memperkenalkan konsep GKG kepada audiens yang lebih luas dan memengaruhi banyak film, buku, dan karya seni yang membahas tema disosiasi dan trauma. Hingga saat ini, Sybil tetap menjadi referensi dalam diskusi tentang gangguan identitas disosiatif, meskipun kasusnya masih terus menjadi subjek perdebatan di kalangan ilmuwan.

Kasus Sybil menyoroti betapa kompleks dan misteriusnya pikiran manusia dalam menghadapi trauma, serta pentingnya pemahaman dan perawatan yang hati-hati dalam menangani gangguan mental seperti GKG.

Pengobatan untuk Gangguan Kepribadian Ganda

Pengobatan untuk GKG bertujuan mengintegrasikan kembali kepribadian-kepribadian yang berbeda agar penderita bisa menghadapi trauma masa lalunya. Psikoterapi, khususnya yang berfokus pada trauma, seperti Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR), adalah metode yang sering digunakan. Selain itu, obat-obatan juga dapat diresepkan untuk menangani gejala lain seperti kecemasan dan depresi.

Pandangan Budaya dan Agama Terhadap GKG

Fenomena GKG sering kali menjadi perhatian dalam berbagai agama dan budaya. Di beberapa tempat, GKG dianggap sebagai fenomena spiritual, sedangkan di tempat lain, gangguan ini dianggap tabu. Namun, yang penting untuk diingat adalah bahwa GKG merupakan kondisi medis yang membutuhkan penanganan profesional.

Gangguan Kepribadian Ganda adalah kondisi serius yang bisa sangat memengaruhi kehidupan seseorang. Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami gejala seperti yang telah disebutkan, sangat penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental. Penanganan yang tepat bisa membantu individu untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Pandangan Budaya dan Agama terhadap GKG
Dalam berbagai budaya dan agama, GKG sering kali dipandang secara berbeda. Di beberapa tempat, GKG dianggap sebagai fenomena spiritual, di mana kepribadian yang berbeda dianggap sebagai makhluk halus atau entitas lain yang menguasai tubuh. Namun, di tempat lain, GKG masih dianggap sebagai tabu atau kondisi yang memalukan.

Yang penting untuk diingat adalah bahwa GKG adalah kondisi medis yang membutuhkan penanganan profesional, bukan fenomena mistis.

Sumber:
1. KlikDokter
2. Alodokter
3. Siloam Hospitals