Ringkasan Berita
- Dalam keterangannya hari ini, Minggu (20/4) mengatakan bahwa pengalaman tersebut tidak terjadi di era pemerintahan sa…
- "Perlu saya klarifikasi, teguran itu terjadi dulu, bukan dari wapres saat ini.
- Dan selama ini, saya mendapat dukungan penuh dari para presiden dan wakil presiden, termasuk Presiden Prabowo dan Wap…
Topikseru.com, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menanggapi terkait beredarnya potongan video yang mengaku ditegur Wakil Presiden (Wapres) karena memberantas mafia pangan. Dalam keterangannya hari ini, Minggu (20/4) mengatakan bahwa pengalaman tersebut tidak terjadi di era pemerintahan saat ini melainkan terjadi di masa lalu.
“Perlu saya klarifikasi, teguran itu terjadi dulu, bukan dari wapres saat ini. Dan dulu juga saya anggap sebagai teguran yang sangat positif. Itu justru membuat saya makin hati-hati dan makin berani dalam memberantas mafia pangan,” kata Mentan Amran Sulaiman.
Dia mengatakan Wapres Gibran Rakabuming Raka mendukung penuh upaya pemberantasan mafia pangan dan korupsi yang saat ini sedang gencar dilakukan Kementerian Pertanian.
“Pak Gibran sangat mendukung. Presiden dan wapres solid mendukung kita untuk bersih-bersih pangan dan membela petani,” ujar Amran.
Andi Amran selanjutnya menjelaskan bahwa pernyataan terkait pernah ditegur Wapres itu disampaikannya dalam konteks akademik sebagai refleksi atas pengalaman di masa lalu dalam memperjuangkan ketahanan pangan nasional.
“Saya ingin menunjukkan bahwa dalam menghadapi mafia pangan, kita harus berani, dan keberanian itu harus dibarengi dukungan dari pemimpin kita. Dan selama ini, saya mendapat dukungan penuh dari para presiden dan wakil presiden, termasuk Presiden Prabowo dan Wapres Gibran hari ini,” kata Amran Sulaiman.
Amran Sulaiman mengeklaim bahwa komitmen pemberantasan mafia pangan Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianti dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka memberikan dampak signifikan di Kementerian Pertanian.
Sepanjang periode sebelumnya, 784 kasus mafia pangan berhasil diungkap, dengan 411 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus-kasus tersebut mencakup pelanggaran terkait pupuk, hortikultura, peternakan, hingga praktik curang dalam distribusi beras.
“Di internal Kementan pun, lebih dari 1.500 pegawai telah kami kenai (beri sanksi) demosi dan mutasi karena pelanggaran disiplin dan integritas. Ini adalah gerakan bersih-bersih yang kami lakukan tanpa pandang bulu,” ujar Mentan Amran.
Dalam 130 hari pertama Kabinet Merah Putih, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kementan melanjutkan langkah tegas, yakni tercatat 20 orang ditetapkan sebagai tersangka dan 50 perusahaan tengah diproses hukum karena merugikan negara dan petani.
Amran mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan potongan video tersebut untuk memecah solidaritas pemerintah.
“Saya tegaskan, jangan coba-coba adu domba saya dengan wapres. Semua presiden dan wapres yang pernah saya dampingi, termasuk Wapres Gibran, punya semangat yang sama bersih-bersih mafia pangan dan bela petani,” ujarnya menegaskan.
Dia juga memberikan peringatan keras kepada para pelaku mafia dan simpatisan mereka agar tidak mengganggu stabilitas ketahanan pangan nasional.
“Saat ini jalan menuju swasembada terang benderang. Jangan kalian para mafia dan simpatisannya mengadu domba. Kami tegak lurus pada presiden dan wapres. Kami solid untuk kedaulatan dan ketahanan pangan Indonesia,” tutur Mentan.
Untuk diketahui, Andi Amran Sulaiman menjabat Menteri Pertanian sejak 25 Oktober 2023 di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin hingga era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Amran Sulaiman juga pernah mengemban jabatan tersebut dari 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019 di era Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).













