Ekonomi dan Bisnis

KAI Sumut Sosialisasi Bahaya Pelemparan Kereta di Medan: Bukan Mainan, Ini Soal Nyawa!

×

KAI Sumut Sosialisasi Bahaya Pelemparan Kereta di Medan: Bukan Mainan, Ini Soal Nyawa!

Sebarkan artikel ini
KAI Sumut
PT KAI Sumut menggelar edukasi dan sosialisasi tentang bahaya pelemparan KA kepada warga di lintasan kereta. Foto: Humas KAI Sumut

Ringkasan Berita

  • Bertajuk “Ceria Bersama Kereta Api”, kegiatan sosialisasi bahaya pelemparan kereta api digelar di KM 2+700 petak …
  • Bukan sekadar himbauan kaku, sosialisasi dikemas lewat senam zumba, mini games, dan pembagian hadiah menarik, yang di…
  • As’ad Habibuddin, mengatakan sepanjang Januari – Juni 2025, terdapat 16 kasus pelemparan terhadap kereta api di wil…

Topikseru.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara atau KAI Sumut memilih pendekatan yang tak biasa dalam kampanye keselamatan perkeretaapian.

Bertajuk “Ceria Bersama Kereta Api”, kegiatan sosialisasi bahaya pelemparan kereta api digelar di KM 2+700 petak jalan Medan–Binjai, Jalan Sekip, Medan Petisah, Selasa (1/7).

Bukan sekadar himbauan kaku, sosialisasi dikemas lewat senam zumba, mini games, dan pembagian hadiah menarik, yang diikuti oleh warga sekitar lintasan rel.

Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menyentuh kesadaran warga secara lebih mendalam.

16 Kasus dalam 6 Bulan: Vandalisme Masih Jadi Ancaman

Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin, mengatakan sepanjang Januari – Juni 2025, terdapat 16 kasus pelemparan terhadap kereta api di wilayah Sumatera Utara.

Baca Juga  Kemenag Sumut dan Balai Bahasa Kolaborasi Perkuat UKBI Adaptif di Madrasah

“Pelemparan terhadap kereta api bukan cuma perbuatan iseng. Ini tindakan kriminal yang membahayakan nyawa penumpang, awak kereta, bahkan warga sekitar,” tegas As’ad.

Tak jarang, batu atau benda keras yang dilempar menyebabkan kerusakan kaca kabin, luka pada masinis, atau bahkan penumpang.

Aksi ini juga bisa memicu kecelakaan besar, terutama jika kereta harus melakukan pengereman mendadak akibat gangguan eksternal.

KAI tak hanya mengandalkan sosialisasi. As’ad menyebutkan pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan TNI/Polri, meningkatkan patroli jalur rawan, serta memasang CCTV di titik strategis untuk memantau aktivitas mencurigakan.

“Kami juga masuk ke sekolah-sekolah di sekitar jalur rel untuk menanamkan kesadaran sejak dini,” katanya.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan transportasi publik dan membangun budaya sadar hukum di sekitar rel.