Ringkasan Berita
- Ini menjadikan rupiah menguat tipis 0,05% dari perdagangan sebelumnya.
- Nilai tukar rupiah ditutup datar dengan kecenderungan menguat tipis, seiring antisipasi investor terhadap rilis data …
- Sementara itu, mengacu Jisdor BI, rupiah ada di posisi Rp 16.468 atau melemah tipis 0,07% dibandingkan hari perdagang…
Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis (11/9/2025), rupiah ditutup di level Rp 16.462 per dolar AS. Ini menjadikan rupiah menguat tipis 0,05% dari perdagangan sebelumnya.
Nilai tukar rupiah ditutup datar dengan kecenderungan menguat tipis, seiring antisipasi investor terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, mengacu Jisdor BI, rupiah ada di posisi Rp 16.468 atau melemah tipis 0,07% dibandingkan hari perdagangan sebelumnya.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mencermati, rupiah datar dan menguat tipis terhadap dolar AS yang terpantau rebound.
“Ini seiring investor masih wait and see terhadap rilis data inflasi AS yang diperkirakan akan naik dari 2,7% menjadi 2,9%,” terang Lukman kepada Kontan, Kamis (11/9/2025).
Selain itu, ia menilai rupiah didukung data yang menunjukkan penjualan ritel Indonesia tumbuh cukup kuat di 4,7%.
Untuk perdagangan Jumat (12/9/2025), Lukman memandang pergerakan mata uang Garuda akan bergantung pada hasil inflasi AS malam ini.
“Maka rupiah diperkirakan akan melemah, tertekan oleh dolar AS,” lanjutnya.
Namun demikian, ia menilai pelemahan mungkin akan terbatas oleh sentimen risk on yang masih kuat di pasar ekuitas.
Maka, pada perdagangan Jumat (12/9/2025), Lukman menaksir rupiah akan berada di dalam rentang Rp 16.400 – Rp 16.500 per dolar AS.













