Ringkasan Berita
- Harga Bitcoin (BTC) hari ini terpuruk lagi karena perang tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump Berdasarkan…
- Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.
- Harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat terpangkas 1,55% dalam 24 jam terakhir.
Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis (23/10/2025) pukul 06.10 WIB Pasar kripto kembali jatuh dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terpuruk lagi karena perang tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 2,4% menjadi US$ 3,6 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat terpangkas 1,55% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 107.350 per koin atau setara Rp 1,78 miliar (Kurs Rp 16.603).
Sedangkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) bitcoin berada di level US$ 126.223 yang tercatat pada 7 Oktober 2025.
Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 3,55% menjadi US$ 3.762, Binance (BNB) terkoreksi 0,46% menjadi US$ 1.061, Solana anjlok 5,19% menjadi US$ 178, Dogecoin (DOGE) terpangkas 4,25% menjadi US$ 0,18, XRP ambles 4,21% menjadi US$ 2,33.
Dikutip dari CoinTelegraph, harga Bitcoin (BTC) sempat berusaha bangkit setelah koreksi tajam pekan lalu, namun tensi dagang antara AS dan China yang kembali memanas serta kebijakan tarif Presiden Donald Trump menahan laju pemulihan aset kripto terbesar itu.
Data pasar menunjukkan struktur harga Bitcoin tengah mencari keseimbangan usai anjlok ke sekitar US$ 107 ribu.
Namun, meningkatnya tekanan dari perang tarif Trump dengan China dan lamanya penutupan sebagian pemerintahan AS menjadi hambatan utama bagi investor yang ingin membuka posisi baru di pasar berjangka.
Inflow EFT Bitcoin Naik
Meskipun sentimen global memburuk, aliran dana masuk (inflow) ke ETF Bitcoin, Coinbase Premium Index, dan spot cumulative volume delta (CVD), yang mengukur selisih antara pembelian dan penjualan bersih, terus menunjukkan tren naik sejak penurunan tajam awal Oktober.
Data dari Coinbase mengindikasikan bahwa investor ritel dan institusional di AS masih aktif mengakumulasi BTC, sementara trader di Binance Futures justru melakukan aksi jual agresif.
Dalam perbandingan antara volume spot dan futures di Binance, delta spot tercatat positif, sedangkan delta perps (perpetual futures) negatif, menandakan meningkatnya posisi short.
Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan jual di pasar berjangka masih menekan harga, sementara permintaan di pasar spot menopang Bitcoin di kisaran US$ 107 ribu – 108 ribu.
Peta panas likuidasi (liquidation heatmap) di bursa seperti Binance, Bybit, dan BitMEX menunjukkan area US$ 106.300 hingga US$ 104 ribu sebagai zona likuidasi potensial bagi posisi long, sementara posisi short berisiko ditutup paksa bila harga menembus US$ 115 ribu.
Kepala Investasi Lekker Capital Quinn Thompson menilai, pembersihan besar-besaran posisi leverage pada 10 Oktober lalu membuka peluang baru.
“Likuidasi 10 Oktober menghapus lebih banyak leverage, baik dalam nilai dolar maupun persentase open interest, dibanding periode Januari–April 2025. Peluang di depan serupa dengan masa sebelum kemenangan Trump pada 2024,” ujarnya.
Senada dengan itu, analis dari Tom Capital mengingatkan trader untuk tetap fokus pada pergerakan harga (price action) karena pekan depan diperkirakan menghadirkan sejumlah katalis penting bagi pasar kripto.













