Ringkasan Berita
- Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires hari ini, Rabu (8/5), kekayaan Prajogo Pangestu naik Rp 46,6 triliun d…
- Total kekayaannya kini mencapai Rp 1.023,59 triliun.
- Kenaikan harta Prajogo tersebut lebih baik bila dibandingkan dengan orang terkaya ke-3 dunia, Elon Musk.
TOPIKSERU.COM, Prajogo Pangestu menjadi konglomerat asal Indonesia yang menduduki peringkat ke-25 sebagai orang terkaya di dunia. Total kekayaannya kini mencapai Rp 1.023,59 triliun.
Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires hari ini, Rabu (8/5), kekayaan Prajogo Pangestu naik Rp 46,6 triliun dalam semalam.
Kenaikan harta Prajogo tersebut lebih baik bila dibandingkan dengan orang terkaya ke-3 dunia, Elon Musk.
Pada periode yang sama harta Elon musk melorot US$ 3,9 miliar atau setara Rp 62,67 triliun.
Kendati secara total harta Elon Musk tercatat sebesar US$ 196,5 miliar atau setara Rp 3.157,57 triliun.
Mengutip Forbes, Prajogo Pangestu adalah anak dari seorang pedagang karet. Dia mulai merintis bisnis perkayuan pada akhir 1970-an.
Perusahaannya, Barito Pacific Timber, go public pada tahun 1993 dan berganti nama menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayunya pada tahun 2007.
Barito Pacific melebarkan sayap bisnis pada 2007 dengan mengakuisisi 70% saham perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Selanjutnya, pada 2011 Chandra Asri dengan mayoritas saham milik Prajogo, bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.
Kemudian, Thaioil mengakuisisi 15% saham Chandra Asri pada Juli 2021.
Prajogo Pangestu juga sukse membawa perusahaan pertambangan batu bara miliknya, Petrindo Jaya Kreasi, menjadi perusahaan publik pada Maret 2023.
Pangestu selanjutnya mendaftarkan anak perusahaannya yang bergerak di bidang energi terbarukan, Barito Renewables Energy, enam bulan kemudian, yakni Oktober 2023 ke publik.
Saat ini, berdasarkan data Forbes, Prajogo merupakan orang terkaya di Indonesia.
Di urutan ke-2 ada Hartono bersaudara dengan harta US$ 48,2 miliar atau setara Rp 774,53 triliun, terpaut cukup jauh dengan Prajogo.
Kemudian di urutan ketiga ada Low Tuck Kwong dengan harta US$ 26,2 miliar, setara Rp 421 triliun.
Mantan Sopir Angkot
Di balik kisah sukses Prajogo Pangestu saat ini, ada segudang cerita yang menjadi tonggak perjalanan hidupnya.
Melansir Sonora.id, Pragojo adalah pria kelahiran Kalimantan Barat pada 1944. Nama aslinya adalah Phang Djoem Phen.
Dia terlahir dari keluarga biasa, sehingga membuatnya hanya mampu mengenyam pendidikan sampai di tingkat sekolah menengah.
Kisah hidup Pragojo bermula dari bawah. Dia bahkan pernah menjalani profesi sebagai sopir angkutan kota (angkot) pada 1960-an.
Selain itu, dia juga membuka usaha kecil-kecilan dengan menjual bumbu dapur dan ikan asin.
Di sela-sela pekerjaan sebagai sopir angkot, Prajogo bertemu dengan seorang pengusaha kayu asal Malaysia, Burhan Uray.
Pada 1969 Prajogo memutuskan bergabung dalam perusahaan milik Burhan, yakni PT Djajanti Grup. Ini menjadi titik balik Pragojo dan sukses dalam bisnis dan mengubah kisah hidupnya.
Berkat etos kerjanya yang tinggi, Prajogo dipercaya untuk mengelola Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di Kalimantan Tengah.
Meski hanya lulusan SMP, langkahnya untuk terus berusaha tak pernah surut. Berkat ketekunannya, dia diangkat menjadi General Manager (GM) di Plywood Nusantara.
Hanya setahun saja Prajogo menjabat sebagai GM Djajanti Group dan putuskan resign. Dia kemudian membeli sebuah perusahaan yang sedang krisis finansial.
Nama perusahaan tersebut adalah CV Pacific Lumber Coy. Prajogo meminjam sejumlah dana pada sebuah bank untuk membeli perusahaan kayu ini.
Setelah membeli CV Pacific Lumber Coy, Prajogo mengganti namanya menjadi PT Barito Pacific Timber.
Pada akhirnya, perusahaan tersebut yang mengantarkan Prajogo ke posisi saat ini, ya, menjadi orang terkaya di Indonesia.(*)
Sumber: CNBC, Sonora.id







