BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Tergelincir 2,65% di Level US$110.053 Per Koin atau Setara Rp1,82 Miliar Per Koin

×

Harga Bitcoin (BTC) Tergelincir 2,65% di Level US$110.053 Per Koin atau Setara Rp1,82 Miliar Per Koin

Sebarkan artikel ini
Bitcoin
Harga Bitcoin (BTC) hari ini turun tajam ke level US$ 110 ribu, setelah Ketua The Fed Jerome Powell memberikan pernyataan bernada hawkish yang mengguncang pasar.

Ringkasan Berita

  • Harga Bitcoin (BTC) hari ini turun tajam ke level US$ 110 ribu.
  • Setelah Ketua The Fed Jerome Powell memberikan pernyataan bernada hawkish yang mengguncang pasar.
  • Pernyataan tersebut langsung mengejutkan pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan peluang 90% untuk pemangkasan suk…

Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis (30/10/2025) pukul 06.45 WIB pasar kripto kembali jatuh dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini turun tajam ke level US$ 110 ribu.

Baca Juga  Upaya Reli Harga Bitcoin Kembali Terhenti di Level US$112.500 Per Koin

Setelah Ketua The Fed Jerome Powell memberikan pernyataan bernada hawkish yang mengguncang pasar.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 1,41% menjadi US$ 3,74 triliun dalam 24 jam.

Baca Juga  Harga Kripto di Perdagangan 28 Oktober 2025: Bitcoin, Ethereum dan Dogecoin Kompak Melempem

Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini tergelincir 2,65% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 110.053 per koin atau setara Rp 1,82 miliar (Kurs Rp 16.566).

Sedangkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) bitcoin berada di level US$ 126.223 yang tercatat pada 6 Oktober 2025.

Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 2,3% menjadi US$ 3.891, Solana (SOL) terpangkas 0,36% menjadi US$ 193.

Dogecoin (DOGE) jatuh 0,91% menjadi US$ 0,19, XRP terkoreksi 2,15% menjadi US$ 2,55. Sedangkan Binance (BNB) malah menguat 0,13% menjadi US$ 1.105.

Dikutip dari CoinDesk, dalam konferensi pers pasca-keputusan kebijakan moneter, Powell menyebut bahwa pemangkasan suku bunga pada Desember mendatang belum menjadi keputusan pasti.

“Pemangkasan suku bunga pada Desember masih jauh dari kesimpulan,” ujar Powell.

Pernyataan tersebut langsung mengejutkan pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan peluang 90% untuk pemangkasan suku bunga lanjutan di akhir tahun.

Efeknya terasa seketika. Harga Bitcoin (BTC) sempat jatuh lebih dari 5%. Aset kripto terbesar di dunia ini pun menghapus sebagian besar kenaikan yang sempat dicatatkan di awal pekan.

Sementara itu, indeks saham AS juga berbalik arah, dari semula menguat menjadi terkoreksi tipis.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun melonjak 8 basis poin ke 4,06%, sedangkan dolar AS menguat signifikan.

Berdasarkan data CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga Desember turun drastis menjadi 69% dari sebelumnya 90%.

The Fed Masih Waspada

Sebelumnya, The Fed memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,0%, sesuai ekspektasi.

Namun, keputusan itu disebut sebagai ‘pemangkasan yang bernuansa hawkish’, lantaran Presiden The Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, memilih untuk menahan suku bunga.

Menurut Co-founder RedStone Marcin Kazmierczak, kondisi shutdown pemerintah AS dan terhentinya rilis data ekonomi membuat langkah The Fed ke depan sulit diprediksi.

“Ketiadaan data akibat shutdown membuat arah kebijakan The Fed tidak bisa ditebak, dan ketidakpastian inilah yang paling dibenci pasar,” ujarnya.

Kazmierczak menilai, situasi ini berpotensi memicu volatilitas tinggi pada Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan hingga akhir tahun.

Direktur perusahaan perdagangan kripto Wincent, Paul Howard, menilai Bitcoin masih mencoba bertahan di kisaran US$110 ribu – 120 ribu. Namun, prospek berkurangnya peluang pemangkasan suku bunga membuat harga bergerak lebih lemah.

“Kondisi ini mungkin menjadi kesempatan akumulasi jangka pendek. Saya memperkirakan akan ada perbaikan makro pada November yang dapat mengangkat aset berisiko sebelum terjadi konsolidasi di akhir tahun,” ujarnya.