BursaEkonomi dan Bisnis

Pasca FOMC Dolar AS Menguat Sekitar 1,8% di Akhir Oktober 2025

×

Pasca FOMC Dolar AS Menguat Sekitar 1,8% di Akhir Oktober 2025

Sebarkan artikel ini
dolar AS
Pada perdagangan hari ini Jumat (31/10/2025) Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat untuk sesi ketiga berturut-turut mendekati level 99,8.

Ringkasan Berita

  • Penguatan indeks dolar didukung oleh nada yang lebih hawkish dari The Federal Reserve (The Fed).
  • Ini menjadi level tertingginya sejak awal Agustus, dan diperkirakan akan menutup Oktober dengan kenaikan sekitar 1,8%.
  • Peluang tersirat untuk pemangkasan suku bunga berikutnya pada bulan Desember turun tajam menjadi sekitar 63%, dari se…

Topikseru.com – Pada perdagangan hari ini Jumat (31/10/2025) Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat untuk sesi ketiga berturut-turut mendekati level 99,8.

Ini menjadi level tertingginya sejak awal Agustus, dan diperkirakan akan menutup Oktober dengan kenaikan sekitar 1,8%.

Penguatan indeks dolar didukung oleh nada yang lebih hawkish dari The Federal Reserve (The Fed).

Bank sentral AS ini memangkas suku bunga sebesar 25bps yang telah lama ditunggu-tunggu.

Tetapi Ketua Fed Jerome Powell menekankan bahwa pemangkasan suku bunga pada bulan Desember belum pasti.

Baca Juga  IHSG Menghijau Naik 74,27 Poin Duduk di Level 7.773,28 di Perdagangan Kamis (11/9/2025)

Peluang tersirat untuk pemangkasan suku bunga berikutnya pada bulan Desember turun tajam menjadi sekitar 63%, dari sekitar 90% sebelum pertemuan FOMC.

Sementara itu, pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping diakhiri dengan kesepakatan AS untuk menurunkan tarif barang-barang Tiongkok.

Sementara Tiongkok berjanji untuk mengekang ekspor fentanil, meningkatkan pembelian kedelai AS, dan menghentikan sementara pembatasan ekspor tanah jarang.

Adapun penutupan pemerintah AS yang sedang berlangsung tidak menunjukkan tanda-tanda penyelesaian, sehingga membuat rilis data ekonomi utama AS tertunda.

Dolar AS menguat sekitar 4% terhadap yen Jepang (JPY) setelah terpilihnya Perdana Menteri Jepang Takaichi.

Dolar juga menguat sekitar 2% terhadap poundsterling (GBP) dan naik 1,4% terhadap euro (EUR).