BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Melemah 0,14% Ditutup di Level Rp16.691 Per Dolar AS Sore Ini

×

Rupiah Spot Melemah 0,14% Ditutup di Level Rp16.691 Per Dolar AS Sore Ini

Sebarkan artikel ini
Rupiah
rupiah spot ditutup di level Rp 16.691 per dolar Amerika Serikat (AS) , melemah 0,14% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.667 per dolar AS. Diperdagangan Asia, rupiah spot melemah Bersama beberapa mata uang lainnya. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,44%, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,41%, rupee India melemah 0,28%.

Ringkasan Berita

  • Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,44%, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,41%, rupee India melemah 0,28%.
  • Diperdagangan Asia, rupiah spot melemah Bersama beberapa mata uang lainnya.
  • Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,26, turun…

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan Selasa (16/12/2025) rupiah spot ditutup di level Rp 16.691 per dolar Amerika Serikat (AS) , melemah 0,14% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.667 per dolar AS.

Diperdagangan Asia, rupiah spot melemah Bersama beberapa mata uang lainnya. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,44%, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,41%, rupee India melemah 0,28%.

Sementara, rupiah melemah 0,14%, baht Thailand melemah 0,07% dan dolar Singapura melemah 0,03% terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap olar AS sore ini. Peso Filipina menguat 0,53%, yen Jepang menguat 0,21%, ringgit Malaysia menguat 0,20%, yuan China menguat 0,08% dan dolar Hong Kong menguat 0,06% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,26, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 98,30.

Rupiah Spot Dibuka Melemah Tipis Berada di Level Rp16.670 Per Polar AS Siang Ini

Pada awal perdagangan hari ini. Selasa (16/12/2025) rupiah spot dibuka melemah tipis berada di level Rp 16.670 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Ini membuat rupiah melemah tipis 0,02% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.667 per dolar AS.

Hingga pukul 09.00 WIB, mata uang di kawasan bervariasi. Di mana, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,26%.

Berikutnya ada baht Thailand yang terkoreksi 0,15% dan won Korea Selatan turun 0,11%. Disusul, dolar Singapura yang melemah 0,02%.

Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,24%. Lalu ada peso Filipina yang menanjak 0,19%.

Kemudian ada ringgit Malaysia yang terkerek 0,12% dan yuan China yang naik 0,05%.

Diikuti, dolar Hongkong yang menguat tipis 0,04% terhadap the greenback pada pagi ini.

Rupiah Diproyeksi akan Didorong dentimen RDG BI dan Rilis data perekonomian AS

Pada Selasa (16/12/2025), pergerakan rupiah diproyeksi akan didorong sentimen RDG BI dan rilis data perekonomian AS.

Baca Juga  Rupiah Spot Melemah 0,10% Bersandar di Level Rp16.717 Per Dolar AS

Di mana rupiah melemah pada awal pekan ini setelah menguat dalam dua hari perdagangan sebelumnya.

Senin (15/12), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 21 atau 0,13% menjadi Rp 16.667 per dolar Amerika Serikat (AS). Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 17 atau 0,10% menjadi Rp 16.669 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan, rupiah yang ditutup melemah terhadap dolar AS pada Senin (15/12/2025) karena para pelaku pasar terbebani oleh kekhawatiran ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate).

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan dilaksanakan pada 16-17 Desember 2025, BI masih berpeluang untuk kembali melonggarkan maupun mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate yang saat ini di level 4,75%.

“Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS terbebani oleh kekhawatiran prospek suku bunga BI ke depannya, walau pada pertemuan Rabu ini diperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga,” terang Lukman.

Sedangkan dari sisi eksternal, Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyatakan pergerakan rupiah pada Senin (15/12/2025) dipengaruhi sentimen sinyal dovish dari The Fed.

Setelah memangkas suku bunga minggu lalu dan memberi sinyal akan segera mulai membeli obligasi pemerintah jangka pendek mulai Desember, dengan laju bulanan sebesar US$ 40 miliar.

Aktivitas pembelian aset The Fed menghadirkan prospek dovish untuk kebijakan moneter, terutama mengingat kondisi likuiditas lokal kemungkinan akan semakin melonggar dengan suntikan dana tunai.

Untuk perdagangan Selasa (16/12/2025), pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh pelaku pasar yang mulai fokus pada data pekerjaan di sektor non-pertanian AS dan data CPI untuk November, yang akan dirilis pada hari Selasa dan Kamis.

“Data pekerjaan, yang biasanya dirilis pada hari Jumat pertama setiap bulan, tertunda karena penutupan pemerintah yang berkepanjangan pada bulan Oktober dan November,” jelas Ibrahim.

Lukman pun bilang, rupiah pada Selasa (16/12) diperkirakan akan berkonsolidasi. Sentimennya karena investor cenderung wait and see akan rilis data inflasi AS pada Selasa dan keputusan RDG BI pada hari Rabu.

Dengan begitu, Lukman memproyeksi rupiah akan bergerak di rentang Rp 16.600 – Rp 16.700 per dolar AS.

Sedangkan Ibrahim memprediksi rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp 16.660 – Rp 16.690 per dolar AS