IHSG Menguat di Pembukaan, LQ45 Justru Melemah
Topikseru.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka menguat pada perdagangan Senin (27/4/2026).
IHSG tercatat naik 29,02 poin atau 0,41 persen ke level 7.158,51. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 justru terkoreksi 2,32 poin atau 0,34 persen ke posisi 693,08.
Pergerakan yang berlawanan ini mencerminkan adanya rotasi sektor di pasar, di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap sentimen global.
Analis: IHSG Berpotensi Sideways Pekan Ini
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak mendatar sepanjang pekan ini.
Menurutnya, arah kebijakan moneter global akan menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan pasar.
“IHSG diperkirakan akan menguji level psikologis di 7.000 sepanjang pekan ini,” ujar Ratna dalam keterangannya.
Fokus Pasar: Kebijakan Bank Sentral Dunia
Pelaku pasar global saat ini tengah menanti sejumlah agenda penting bank sentral dunia, di antaranya:
- Federal Reserve (The Fed) melalui FOMC Meeting
- European Central Bank (ECB)
- Bank of England (BoE)
- Bank of Japan (BoJ)
Mayoritas bank sentral tersebut diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan, seiring upaya menjaga stabilitas ekonomi global.
Selain itu, investor juga mencermati berbagai rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti data Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi PCE, hingga indeks manufaktur.
Sentimen Global Masih Beragam
Dari pasar global, bursa saham Eropa pada akhir pekan lalu ditutup melemah, sementara pasar saham Amerika Serikat di Wall Street bergerak variatif.
Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat melemah tipis, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite justru menguat.
Di sisi lain, IHSG pada penutupan perdagangan sebelumnya (24/4) mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan 3,38 persen ke level 7.129,49.
Outlook: Waspada Level Psikologis 7.000
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik, pergerakan IHSG dalam jangka pendek diperkirakan masih fluktuatif.
Level 7.000 menjadi batas psikologis penting yang akan diuji pasar. Jika mampu bertahan, peluang rebound tetap terbuka. Namun, jika ditembus, tekanan jual berpotensi meningkat.



















