Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Rabu (24/6/2026) pagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di pasar spot.
Di mana IHSG menguat 39,56 poin atau 0,63% ke 6.136,54. Sebanyak 312 saham naik, 138 saham turun dan 201 saham stagnan.
Ada delapan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan tiga indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor keuangan yang naik 1,40%, sektor perindustrian naik 1,356% dan sektor transportasi yang naik 0,48%.
Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor barang baku yang turun 0,26%, sektor energi turun 0,025% dan sektor Kesehatan yang turun 0,10%.
Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 2,27 miliar saham, dengan total nilai Rp 1,37 triliun.
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) (2,70%)
2. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (2,65%)
3. PT Astra International Tbk (ASII) (2,14%)
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) (-2,68%)
2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)( -2,40%)
3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) (-2,19%)
Analis Pasar: IHSG Masih Berpotensi Bergerak Fluktuatif dengan Kecenderungan Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (22/6/2026). IHSG terkoreksi 0,98% ke level 6.116 seiring sikap wait and see pelaku pasar menjelang sejumlah agenda penting pekan ini.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan investor global dan domestik cenderung menahan diri menjelang pengumuman MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 serta peninjauan ulang indeks FTSE Russell.
“Ketidakpastian hasil tinjauan ini membuat volatilitas pasar meningkat dalam jangka pendek,” ujarnya.
Menurutnya, pengumuman MSCI akan menjadi sentimen utama yang krusial bagi pergerakan IHSG pekan ini, terutama terkait kejelasan status freeze pada indeks Indonesia.
Berdasarkan rilis Global Market Accessibility Review MSCI pada 19 Juni, terjadi penurunan penilaian pada kriteria Information Flow akibat isu transparansi struktur kepemilikan saham atau free float serta indikasi coordinated trading behavior.
Nafan menilai, jika MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market tanpa adanya penurunan ke Frontier Market, maka respons pasar cenderung terbatas karena skenario terburuk tidak terjadi.
“Namun apabila terdapat sinyal positif terkait peluang pencabutan status freeze, hal ini berpotensi mendorong pembalikan arus dana asing ke pasar domestik,” jelasnya.
Nafan memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak dengan level support di 6.058 dan 5.917, serta resistance di 6.287 dan 6.516.












