Ringkasan Berita
- Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Namu Ukur, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), pada Se…
- Program ini ditujukan untuk bayi usia 1–2 tahun, anak-anak, serta ibu hamil.
- Tujuannya adalah untuk menurunkan angka gizi buruk dan stunting di wilayah Sumatera Utara, khususnya daerah-daerah de…
Topikseru.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi, menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Namu Ukur, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa (3/5).
Program ini ditujukan untuk bayi usia 1–2 tahun, anak-anak, serta ibu hamil. Tujuannya adalah untuk menurunkan angka gizi buruk dan stunting di wilayah Sumatera Utara, khususnya daerah-daerah dengan angka kerentanan gizi tinggi.
Delia Pratiwi menekankan bahwa MBG merupakan langkah konkret yang tidak hanya menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dapur MBG akan membeli bahan makanan dari pengusaha lokal atau BUMDes. Ini akan menciptakan ekosistem yang menguntungkan warga sekitar,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (5/6).
Menurut Delia, pelibatan masyarakat secara langsung menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain menciptakan lapangan kerja, MBG juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya gizi seimbang sejak dini.
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh sekitar 300 warga Desa Namu Ukur, serta sejumlah pejabat terkait, termasuk Analis Kebijakan Ahli Madya BP Menhan, Ari Yulianto, dan Camat Sei Bingai, Thomas Sitepu.
Dalam sambutannya, Ari Yulianto menyampaikan bahwa program seperti MBG sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.
“Individu dengan gizi terpenuhi akan menjadi manusia yang produktif, sehat, dan kompetitif. Ini adalah fondasi penting dalam mencetak generasi unggul,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sei Bingai, Thomas Sitepu, menyambut positif peluncuran program MBG di wilayahnya.
Dia mendorong warga untuk aktif berpartisipasi dan mendukung implementasi program agar dampaknya bisa dirasakan secara nyata.
“Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga, kita bisa menekan angka kekurangan gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Thomas.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk menanggulangi stunting dan kekurangan gizi yang masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan kolaborasi multi-sektor, MBG diharapkan dapat menjadi model program gizi berkelanjutan berbasis komunitas.













