Topikseru.com, Medan — Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) RI Faisol Riza menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) industri menjadi faktor penentu daya saing Indonesia di tengah persaingan global. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum di Universitas Al Washliyah (Univa) Medan, Rabu (11/2/2026).
Faisol menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha untuk menciptakan SDM unggul yang siap menjawab tantangan industrialisasi dan transformasi teknologi.
“Kampus sebagai pusat riset, pemerintah sebagai pembuat kebijakan, dan industri sebagai pelaku usaha tidak akan berjalan optimal tanpa SDM industri yang unggul dan adaptif,” tegas Faisol di hadapan mahasiswa.
Menurutnya, peran SDM industri tidak hanya terbatas pada proses produksi, tetapi juga menjadi penggerak utama riset dan pengembangan (research and development/R&D), inovasi teknologi, serta penguasaan mesin dan sistem industri modern.
Ia mendorong generasi muda untuk mengambil peran strategis di berbagai lini, mulai dari riset, pengembangan produk, proses produksi, hingga logistik dan distribusi, agar mampu memperkuat rantai nilai industri nasional.
“Mahasiswa harus siap mengisi ruang-ruang strategis, dari riset dan development, proses produksi, logistik, hingga produk akhir. Tantangan masa depan harus kita jawab sejak sekarang,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, pimpinan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) turut hadir dan menyatakan kesiapan membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga industri yang kompeten dan berdaya saing.
Faisol juga menyebutkan bahwa di Medan, Kementerian Perindustrian memiliki sejumlah institusi pendukung, seperti Politeknik Kimia Industri dan Balai Diklat Industri, serta satuan kerja yang bertugas dalam standarisasi produk industri.
Ia berharap Univa dapat menjalin kolaborasi strategis dengan lembaga-lembaga tersebut untuk memperkuat kesiapan tenaga industri, khususnya dalam mendukung agenda kemandirian pangan nasional dan penguatan industri berbasis sumber daya dalam negeri.
“Dengan SDM industri yang unggul, industri yang kuat, kebijakan yang afirmatif, serta riset dan pengembangan yang memadai, Indonesia berpeluang menjadi negara maju di sektor industri pangan, bahkan sebelum 2045,” pungkas Faisol.
Kunjungan ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.









