Ringkasan Berita
- Dalam sambutannya, Ahmad Qosbi menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap pendirian asrama pesantren yang berfokus…
- Menurutnya, pembangunan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kemurnian dan keberlangsungan nilai-nilai Al-Qu…
- "Menghafal Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan, di antaranya perlindungan dari Allah SWT, kebahagiaan di dunia dan …
Topikseru.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kanwil Kemenag Sumut), Ahmad Qosbi, meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Asrama Pesantren Tahfizh Qur’an Ummat Annajah Sumut di Jalan Selamat Bromo Ujung, Kota Medan, Jumat (27/6).
Dalam sambutannya, Ahmad Qosbi menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap pendirian asrama pesantren yang berfokus pada pembinaan hafiz dan hafizah dari kalangan anak yatim dan dhuafa.
Menurutnya, pembangunan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kemurnian dan keberlangsungan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Menghafal Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan, di antaranya perlindungan dari Allah SWT, kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta menjadi cahaya bagi diri sendiri dan orang lain,” ujar Qosbi.
Kemenag Sumut Dorong Generasi Muda Qurani
Ahmad Qosbi juga menekankan pentingnya peran pesantren dalam mencetak generasi muda Qurani yang tidak hanya hafal Al-Quran, tetapi juga memahami, mengamalkan, serta mendakwahkan nilai-nilai kitab suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan pembangunan ini berjalan lancar. Kita semua berharap gedung asrama ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan untuk membina anak-anak bangsa, khususnya dari kalangan anak yatim dan kaum dhuafa, menjadi generasi unggul yang Qurani,” tuturnya.
Pesantren Tahfizh Qur’an Ummat Annajah Sumut memang dirancang sebagai ruang pembinaan berbasis pendidikan agama yang inklusif.
Fokusnya adalah memberikan akses pendidikan Al-Qur’an secara gratis kepada anak-anak kurang mampu sebagai bagian dari misi sosial dan dakwah.
Kemenag Sumut menilai pembangunan ini tak hanya sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai bentuk investasi spiritual dan sosial jangka panjang.
Qosbi menyebutkan bahwa peran lembaga pendidikan tahfizh semakin penting di tengah dinamika zaman yang menuntut keseimbangan antara kecakapan intelektual dan moral.
“Pesantren seperti ini penting untuk memperkuat ketahanan moral generasi muda sekaligus memperluas akses ke pendidikan Islam yang berkualitas,” kata Qosbi.













