Ringkasan Berita
- Pada Kamis, 26 Juni 2025, kegiatan yang rutin digelar tiap Jumat ini turut mengundang puluhan anak yatim dari dua pan…
- Anak-anak dari Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa Cempaka dan Panti Asuhan Kasih Anugerah duduk bersantap bersama petuga…
- "Kegiatan ini bukan hanya soal berbagi makanan, tapi juga mempererat hubungan antara rutan dengan masyarakat," ujar K…
Topikseru.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan menghadirkan suasana berbeda dalam pelaksanaan program kedai makan gratis mingguan.
Pada Kamis, 26 Juni 2025, kegiatan yang rutin digelar tiap Jumat ini turut mengundang puluhan anak yatim dari dua panti asuhan sekitar rutan.
Anak-anak dari Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa Cempaka dan Panti Asuhan Kasih Anugerah duduk bersantap bersama petugas pemasyarakatan dan masyarakat umum.
Suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan mengisi halaman rutan, menandai bentuk kepedulian sosial lembaga pemasyarakatan terhadap lingkungan sekitarnya.
“Kegiatan ini bukan hanya soal berbagi makanan, tapi juga mempererat hubungan antara rutan dengan masyarakat,” ujar Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, melalui keterangan tertulis, Sabtu (28/6).
“Setelah makan bersama, kita juga memberikan bantuan sosial (bansos) kepada anak-anak yatim yang hadir,” lanjutnya.
Akselerasi Program Pemasyarakatan Humanis
Menurut Andi, kegiatan ini merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, serta selaras dengan arah kebijakan AstaCita Presiden dan Wakil Presiden RI.
Program ini juga menjadi implementasi konkret semangat pemasyarakatan yang inklusif dan penuh kasih.
“Rutan tidak hanya tempat pembinaan, tetapi juga simbol hadirnya negara yang peduli,” kata Andi.
Program ini juga menjadi implementasi konkret semangat pemasyarakatan yang inklusif dan penuh kasih.
“Rutan tidak hanya tempat pembinaan, tetapi juga simbol hadirnya negara yang peduli,” kata Andi.
Dia berharap kegiatan makan gratis ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata, terutama kepada keluarga warga binaan, masyarakat prasejahtera, dan anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Andi menambahkan bahwa kegiatan seperti ini memperkuat dukungan sosial terhadap misi reintegrasi warga binaan, memperluas makna pemasyarakatan sebagai bagian dari pemulihan hubungan antara mantan narapidana dan masyarakat.
“Dengan semangat berbagi, kita wujudkan keikhlasan dan kebersamaan. Pemasyarakatan yang bermanfaat bukan hanya ada dalam dokumen, tapi benar-benar hadir dalam bentuk nyata seperti hari ini,” tutup Andi.













