DaerahNews

Warga Temukan Potongan Manusia di Danau Toba, Polisi: Tanpa Kepala dan Kaki

×

Warga Temukan Potongan Manusia di Danau Toba, Polisi: Tanpa Kepala dan Kaki

Sebarkan artikel ini
mayat
Ilustrasi - Warga di Nagori Purba Pasir, Kecamatan Haronggaol Horisan, Kabupaten Simalungun, geger dengan penemuan potongan tubuh manusia di Danau Toba.

Ringkasan Berita

  • Kapolsek Purba Polres Simalungun AKP Marolop Sinaga menjelaskan pihaknya langsung menuju ke lokasi setelah mendapat l…
  • Potongan tubuh tanpa kepala dan kaki itu muncul di danau pada Senin (4/3) siang.
  • "Potongan tubuh manusia ini pertama kali diketahui oleh  warga yang sedang memasang jaring di danau," kata AKP Marol…

TOPIKSERU.COM, SIMALUNGUN – Warga di Haronggaol Dusun 2 Binanga Bolon, Nagori Purba Pasir, Kecamatan Haronggaol Horisan, Kabupaten Simalungun, mendadak heboh dengan potongan tubuh manusia yang mengambang di Danau Toba.

Potongan tubuh tanpa kepala dan kaki itu muncul di danau pada Senin (4/3) siang.

Kapolsek Purba Polres Simalungun AKP Marolop Sinaga menjelaskan pihaknya langsung menuju ke lokasi setelah mendapat laporan dari masyarakat.

“Potongan tubuh manusia ini pertama kali diketahui oleh  warga yang sedang memasang jaring di danau,” kata AKP Marolop, Selasa (5/3).

Dia mengatakan pihaknya mengevakuasi potongan tubuh manusia yang tanpa kepala lengan dan kaki itu dari Danau Toba.

Baca Juga  Tenggelam di Danau Toba, Pria Paruh Baya Ditemukan Tim SAR Meninggal Dunia

Dari hasil pemeriksaan bahwa jenazah tersebut merupakan seorang warga bernama Karmianna Br Purba, yang meninggal dunia pada 11 November 2023.

Jenazah tersebut adalah salah satu dari makam yang tersapu banjir bandang yang melanda Dusun 2 Binanga Bolon pada Rabu, 20 Desember 2023 lalu. Dalam peristiwa tersebut ada 22 makam yang rusak akibat banjir bandang.

“Potongan tubuh ini ternyata salah satu dari makam yang tersapu banjir bandang pada Desember lalu dan terseret hingga ke Danau Toba. Pihak keluarga juga meyakini potongan tubuh tersebut adalah jasad dari orangtua mereka,” ujar AKP Marolop.

Pihak keluarga meminta agar tidak perlu autopsi sehingga segera memindahkan jenazah ke tugu makam Haloho di Dusun 2 Binanga Bolon.

“Pemkab Simalungun sengaja membangun tugu pemakaman mengganti kuburan yang tersapu banjir. Tujuannya bila ada temuan tulang belulang dari 22 makam yang tersapu banjir bisa ke dalam tugu tersebut,” pungkasnya.(cr1/Topikseru)