Topikseru.com – Bantuan logistik untuk korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Sumatera Utara hingga kini belum juga masuk. Kondisi ini memicu warga yang terdampak di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terpaksa menjarah minimarket karena kelaparan.
Banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir membuat akses jalan menuju lokasi terdampak terputus total.
Jalur darat tidak bisa dilalui, sementara jaringan telekomunikasi juga mati sehingga proses koordinasi bantuan menjadi terhambat.
Akses Terputus, Bantuan Tak Kunjung Datang
Sejumlah titik utama menuju Sibolga dan Tapteng masih tertimbun material longsor dan luapan banjir.
Akibatnya, pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan tidak bisa masuk secara maksimal ke permukiman warga.
Keterlambatan bantuan itu membuat masyarakat yang sudah beberapa hari bertahan tanpa pasokan pangan akhirnya melakukan aksi penjarahan di beberapa minimarket.
Minimarket Dijarah Warga yang Kelaparan
Video penjarahan yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berbondong-bondong menerobos masuk ke salah satu gerai minimarket Alfamidi di Sibolga.
Mereka mengambil berbagai barang kebutuhan pokok seperti mie instan, air mineral, hingga makanan siap saji.












