Daerah

Bantuan Belum Tiba, Warga Sibolga dan Tapteng Menjarah Minimarket

×

Bantuan Belum Tiba, Warga Sibolga dan Tapteng Menjarah Minimarket

Sebarkan artikel ini
Sibolga
Warga diduga melakukan penjarahan minimarket lantaran bantuan yang belum maksimal

Ringkasan Berita

  • Kondisi ini memicu warga yang terdampak di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terpaksa menjarah min…
  • Banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir membuat akses jalan menuju lokasi terdampak terp…
  • Jalur darat tidak bisa dilalui, sementara jaringan telekomunikasi juga mati sehingga proses koordinasi bantuan menjad…

Topikseru.comBantuan logistik untuk korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Sumatera Utara hingga kini belum juga masuk. Kondisi ini memicu warga yang terdampak di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terpaksa menjarah minimarket karena kelaparan.

Banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir membuat akses jalan menuju lokasi terdampak terputus total.

Jalur darat tidak bisa dilalui, sementara jaringan telekomunikasi juga mati sehingga proses koordinasi bantuan menjadi terhambat.

Akses Terputus, Bantuan Tak Kunjung Datang

Sejumlah titik utama menuju Sibolga dan Tapteng masih tertimbun material longsor dan luapan banjir.

Akibatnya, pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan tidak bisa masuk secara maksimal ke permukiman warga.

Keterlambatan bantuan itu membuat masyarakat yang sudah beberapa hari bertahan tanpa pasokan pangan akhirnya melakukan aksi penjarahan di beberapa minimarket.

Minimarket Dijarah Warga yang Kelaparan

Video penjarahan yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berbondong-bondong menerobos masuk ke salah satu gerai minimarket Alfamidi di Sibolga.

Baca Juga  Miris, Keluarga Kurang Mampu di Tapteng Ini 12 Tahun Tak Pernah Terima Bantuan Pemerintah

Mereka mengambil berbagai barang kebutuhan pokok seperti mie instan, air mineral, hingga makanan siap saji.

Di video lain, warga juga menyebut gerai Indomaret turut dijarah. Seorang perekam video menyebut aksi tersebut terjadi karena warga sudah kelaparan sementara bantuan belum sampai.

“Ngeri kali, ah. Indomaret dijarah. Kek mana tak mau menjarah, karena lapar. Bantuan tak datang-datang,” ujar warga dalam rekaman tersebut.

Polisi: Belum Ada Informasi Resmi, Sinyal Terputus

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani, mengaku belum menerima laporan lengkap mengenai aksi penjarahan tersebut.

Dia menjelaskan bahwa aparat kepolisian baru bisa menjangkau lokasi karena jaringan komunikasi di wilayah terdampak sempat putus.

“Saya belum tahu kejadian itu sehingga belum bisa menjelaskan. Polisi juga baru datang ke lokasi karena sinyal terputus,” ujar Siti saat dikonfirmasi, Sabtu (29/11/2025).

Warga Mendesak Bantuan Segera Masuk

Hingga kini, jalur penghubung ke sejumlah titik terdampak di Sibolga dan Tapteng masih belum bisa dilewati.

Selain itu, padamnya jaringan telekomunikasi memperparah kesulitan warga untuk meminta pertolongan.

Masyarakat berharap distribusi logistik melalui udara atau jalur apa pun dapat segera dilakukan, mengingat banyak keluarga yang mulai kehabisan stok makanan dan kebutuhan esensial lainnya.