Ringkasan Berita
- Puluhan warga melakukan aksi penjarahan di sebuah minimarket yang berada di Kecamatan Pandan, Tapteng, tepatnya di ka…
- Berdasarkan pantauan di lokasi, kerumunan warga tampak mendekati minimarket secara berbondong-bondong.
- Petugas TNI-Polri Coba Menghalau, Namun Warga Tak Terbendung Saat massa mulai memadati area toko, aparat gabungan dar…
Topikseru.com – Situasi darurat terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Jumat (28/11/2025) malam. Puluhan warga melakukan aksi penjarahan di sebuah minimarket yang berada di Kecamatan Pandan, Tapteng, tepatnya di kawasan alun-alun kota, setelah pasokan kebutuhan pokok tidak kunjung datang usai bencana banjir.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerumunan warga tampak mendekati minimarket secara berbondong-bondong. Beberapa di antaranya kemudian memaksa masuk dan mengambil sejumlah barang kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan makanan hingga perlengkapan rumah tangga.
Sementara itu, sebagian masyarakat hanya berdiri di tepi jalan dan menyaksikan peristiwa tersebut tanpa bisa berbuat banyak.
“Lapar, lapar!” Teriakan Warga Pecah di Tengah Kerumunan
Suasana memanas ketika terdengar teriakan warga yang mengaku tak lagi mampu menahan rasa lapar akibat bantuan yang belum kunjung tiba.
“Lapar… lapar!” teriak beberapa warga dari dalam kerumunan.
Aksi ini disebut terjadi akibat minimnya suplai logistik ke wilayah terdampak banjir, sementara akses jalan masih banyak yang tertutup akibat longsor dan padamnya jaringan komunikasi.
Petugas TNI-Polri Coba Menghalau, Namun Warga Tak Terbendung
Saat massa mulai memadati area toko, aparat gabungan dari Polisi, TNI AL, dan TNI AU berupaya membubarkan warga dan menghentikan penjarahan. Petugas mencoba memberikan imbauan tegas agar warga mundur dan menghentikan aksi tersebut.
“Woi bubar! Enggak ada otak kalian!” teriak seorang petugas kepada warga yang berdesakan di depan minimarket.
Meski demikian, imbauan tersebut tidak mampu meredam massa. Warga tetap berusaha mengambil sejumlah barang dari dalam minimarket, memprioritaskan kebutuhan pokok yang sulit didapat sejak banjir melanda wilayah itu.
Kebutuhan Pokok Langka, Warga Putus Asa
Menurut informasi yang beredar dari masyarakat setempat, aksi penjarahan terjadi karena warga tidak memiliki lagi persediaan makanan.
Hingga malam kejadian berlangsung, bantuan logistik belum menjangkau sebagian besar wilayah terdampak banjir.
Minimnya akses distribusi, jaringan komunikasi yang padam, dan situasi darurat membuat warga mengambil jalan pintas untuk bertahan hidup.













