Aksi ini disebut terjadi akibat minimnya suplai logistik ke wilayah terdampak banjir, sementara akses jalan masih banyak yang tertutup akibat longsor dan padamnya jaringan komunikasi.
Petugas TNI-Polri Coba Menghalau, Namun Warga Tak Terbendung
Saat massa mulai memadati area toko, aparat gabungan dari Polisi, TNI AL, dan TNI AU berupaya membubarkan warga dan menghentikan penjarahan. Petugas mencoba memberikan imbauan tegas agar warga mundur dan menghentikan aksi tersebut.
“Woi bubar! Enggak ada otak kalian!” teriak seorang petugas kepada warga yang berdesakan di depan minimarket.
Meski demikian, imbauan tersebut tidak mampu meredam massa. Warga tetap berusaha mengambil sejumlah barang dari dalam minimarket, memprioritaskan kebutuhan pokok yang sulit didapat sejak banjir melanda wilayah itu.
Kebutuhan Pokok Langka, Warga Putus Asa
Menurut informasi yang beredar dari masyarakat setempat, aksi penjarahan terjadi karena warga tidak memiliki lagi persediaan makanan.
Hingga malam kejadian berlangsung, bantuan logistik belum menjangkau sebagian besar wilayah terdampak banjir.
Minimnya akses distribusi, jaringan komunikasi yang padam, dan situasi darurat membuat warga mengambil jalan pintas untuk bertahan hidup.












