Fenomena cuaca tersebut mulai berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh dan Selat Malaka. Sejak itu, Sumatera Utara mengalami hujan berturut-turut setiap hari dalam intensitas tinggi.
Menurut Hendro, Siklon Tropis Senyar menyebabkan:
- Hujan lebat hingga ekstrem
- Gelombang tinggi
- Angin kencang
Atmosfer yang sangat lembap, sehingga memicu curah hujan ekstrem berulang
“Kelembapan udara yang sangat tinggi membuat udara menjadi sangat basah, sehingga memaksimalkan potensi hujan intensitas tinggi di banyak wilayah Sumut,” jelasnya.
Peringatan Dini dan Langkah Antisipasi
Mengingat cuaca ekstrem yang masih berlanjut, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.
Beberapa potensi bahaya yang perlu antisipasi meliputi:
- Banjir susulan
- Pergerakan tanah / longsor
- Pohon tumbang
- Gangguan transportasi dan gelombang tinggi di pesisir
Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan jalur evakuasi tetap aman bagi warga.












