Scroll untuk baca artikel
Daerah

Update Bencana Sumut: 216 Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor

×

Update Bencana Sumut: 216 Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini
Korban Bencana Sumut
Ilustrasi - Tujuh korban meninggal banjir bandang dan tanah longsor di Tapsel dikebumikan secara massal. Topikseru.com/Ameq

Fenomena cuaca tersebut mulai berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh dan Selat Malaka. Sejak itu, Sumatera Utara mengalami hujan berturut-turut setiap hari dalam intensitas tinggi.

Menurut Hendro, Siklon Tropis Senyar menyebabkan:

  • Hujan lebat hingga ekstrem
  • Gelombang tinggi
  • Angin kencang

Atmosfer yang sangat lembap, sehingga memicu curah hujan ekstrem berulang

“Kelembapan udara yang sangat tinggi membuat udara menjadi sangat basah, sehingga memaksimalkan potensi hujan intensitas tinggi di banyak wilayah Sumut,” jelasnya.

Baca Juga  Tol MKTT Amblas, Lalin Dialihkan dan Contraflow Diterapkan di Tanjung Morawa

Peringatan Dini dan Langkah Antisipasi

Mengingat cuaca ekstrem yang masih berlanjut, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.

Beberapa potensi bahaya yang perlu antisipasi meliputi:

  • Banjir susulan
  • Pergerakan tanah / longsor
  • Pohon tumbang
  • Gangguan transportasi dan gelombang tinggi di pesisir

Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan jalur evakuasi tetap aman bagi warga.