DaerahNews

Buruh akan Geruduk Kantor Gubsu dan Bulog, Tolak Tapera dan Kenaikan Harga Beras

×

Buruh akan Geruduk Kantor Gubsu dan Bulog, Tolak Tapera dan Kenaikan Harga Beras

Sebarkan artikel ini
Partai Buruh Sumut
Ketua Exco Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo. Foto: Dok. Partai Buruh

Ringkasan Berita

  • Ketua Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo mengatakan untuk menyikapi dua kebijakan tersebut akan menggelar aksi unju…
  • Bulog harus segera menurunkan HET beras untuk rakyat Sumatera Utara," kata Willy Agus Utomo, Kamis (6/6).
  • Willy bersama Sekretaris Partai Buruh Sumut Ijon Tuah Hamonangan Purba mengatakan aksi unjuk rasa tersebut mereka gel…

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Elemen buruh yang tergabung dalam Partai Buruh mengkritisi kebijakan pemerintah tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan kenaikan harga beras.

Ketua Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo mengatakan untuk menyikapi dua kebijakan tersebut akan menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Gubernur Sumut dan Bulog.

“Kami menolak Tapera. Upah buruh sudah tidak naik ditambah pemotongan untuk Tapera. Kami juga memprotes harga beras terus mengalami kenaikan signifikan di Sumut. Bulog harus segera menurunkan HET beras untuk rakyat Sumatera Utara,” kata Willy Agus Utomo, Kamis (6/6).

Willy bersama Sekretaris Partai Buruh Sumut Ijon Tuah Hamonangan Purba mengatakan aksi unjuk rasa tersebut mereka gelar pada Selasa, 11 Juni 2024 mendatang.

Dia mengatakan aksi akan berpusat di kantor Gubernur Sumut, Kantor DPRD Sumut dan Kantor Bulog Sumut.

“Regulasi pemerintah sebenarnya selalu di protes rakyat, mulai dari UU Cipta Kerja dan peraturan lainya seperti Tapera, tetapi terkesan pemerintah tidak menggubris protes rakyat,” ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut ini.

Baca Juga  Sengketa Pulau Aceh, Mendagri Tito Diminta Batalkan Keputusan Kontroversial

Willy menyebut hampir seluruh elemen masyarakat menolak kebijakan Tapera, baik secara aksi protes langsung maupun melalui jejaring media sosial.

Tolak Kenaikan Harga Beras

Sedangkan terkait kenaikan harga beras, Willy meminta kepada Bulog Sumut mencabut keputusan HET kenaikan harga beras di Sumut.

Hal itu mengingat Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya menguntungkan pengusaha atau kilang besar produsen beras, bukan petani.

Menurut Willy, bila kebijakan ini tetap berlaku maka akan membuat ekonomi masyarakat di Sumut lesu dan daya beli masyarakat menurun.

“Petani tidak untung, konsumen dalam hal ini masyarakat Sumut malah buntung. Daya beli masyarakat akan anjlok, semua hasil produksi tidak akan laku. Akibatnya, semua sektor jadi lesu dan makin terpuruk, Bulog tolong turunkan kembali HET beras di Sumut sekarang juga!” tegas Willy.

Sekretaris Partai Buruh Sumut Ijon Tuah Hamonangan Purba mengatakan pihaknya akan menurunkan 500 massa buruh yang meliputi serikat pekerja/serikat buruh, petani, nelayan dan rakyat kecil.

Massa aksi berasal dari daerah Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Kabupaten Langkat.

“Titik kumpul massa aksi nantinya di depan istana Maimun Medan pada pukul 10.00 WIB, kemudian massa long march menuju kantor Gubsu, DPRD Sumut dan terakhir di kantor Bulog Sumu,” pungkasnya.(Cr1/topikseru.com)