Ringkasan Berita
- Momen tersebut terjadi saat Bobby Nasution menemui massa mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus yang menggelar demonst…
- Awalnya, puluhan mahasiswa dari organisasi GMNI, Himmah, Kammi, dan PMII, yang tergabung dalam Cipayung Plus, mengger…
- Wali Kota Medan Bobby Nasution tersulut emosi saat berdebat dengan mahasiswa kelompok Cipayung Plus terkait proyek La…
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Bobby Nasution terpancing emosi saat dicecar mahasiswa terkait pelaksanaan proyek pembangunan di Kota Medan.
Momen tersebut terjadi saat Bobby Nasution menemui massa mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus yang menggelar demonstrasi di Balai Kota, Senin (29/7).
Awalnya, puluhan mahasiswa dari organisasi GMNI, Himmah, Kammi, dan PMII, yang tergabung dalam Cipayung Plus, menggeruduk Balai Kota.
Dalam orasinya, massa mahasiswa menyoal kinerja menantu Presiden Jokowi itu, yang mereka sebut tidak beres.
Salah satu kinerja yang mahasiswa sorot adalah terkait proyek pembangunan lampu estetik atau Lampu Pocong, yang sempat berpolemik.
Suami Kahiyang Ayu ini tampak tersulut emosi kala mahasiswa mencecarnya, yang dia nilai bukan merupakan ranah Pemkot Medan.
Bobby Nasution mulai kesal saat mahasiswa mengungkit penyelesaian proyek Lampu Pocong.

Mahasiswa meminta agar Pemkot Medan menjerat para kontraktor proyek yang gagal atau total loss itu secara hukum.
“Kan saya sudah bilang, mau ditangkap polisi, kejaksaan dan KPK, silakan. tapi kau bilang jangan. Jadi kekmana, serba salah?” ucap Bobby kepada mahasiswa.
Kendati demikian, mahasiswa tetap meminta agar Pemkot Medan agar menyeret para kontraktor Lampu Pocong ke ranah hukum.
“Ini kami buka data sedikit ya bang, Pasal 4 UU Tipikor menyatakan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3,” sebut seorang mahasiswa.
Wali Kota Medan juga membantah tuduhan mahasiswa yang menilai proyek pembangunan di Kota Medan mangkrak.
“Mangkrak dari mana, itu semua sedang lagi pengerjaan. Tenggat waktu seluruh proyek selesai di akhir tahun ini,” kata Bobby.
Mahasiswa Nilai Lampu Pocong Rugikan Negara
Perdebatan antara Bobby Nasution dengan mahasiswa kembali terjadi terkait perbedaan pandangan bahwa proyek Lampu Pocong telah menimbulkan kerugian.
Mahasiswa menilai proyek tersebut telah merugikan lantaran pembangunannya gagal.
Sedangkan Bobby Nasution beralasan bahwa persoalan Lampu Pocong telah selesai saat perusahaan pemenang tender telah mengembalikan anggaran yang mereka terima.
“Aku udah bilang tadi kalau kau enggak terima enggak apa-apa. Aku udah bilang, di ranah kami, ranah Pemkot Medan, ketika uang mereka kembalikan dan laporan sudah masuk tentang itu (Lampu Pocong), maka selesai. Karena tidak ada kerugian negara,” jelas Bobby.
Mendengar jawaban tersebut, mahasiswa kembali mempertegas dan meyakini bahwa proyek Lampu Pocong telah merugikan.
“Rugi lah bang. Kan sudah terjadi pembangunan,” ucap mahasiswa.
“Kau anak hukum bukan sih. Rugi kek mana. Kerugian ini kerugian uang loh,” jawab Bobby.
Kendati demikian, mahasiswa tetap meyakini bahwa proyek Lampu Pocong Bobby Nasution telah menimbulkan kerugian, yaitu waktu pengerjaan.
“Itu kan ada kerugian waktu,” ucap mahasiswa itu lagi.
Lantaran perdebatan tidak mendapat titik terang, Bobby Nasution lalu pamit dan beranjak dari tengah massa mahasiswa.
Bobby bahkan sampai mengucap istighfar saat mahasiswa tetap menyebut proyek lampu estetik yang bersumber dari APBD Kota Medan itu merugikan.
“Astagfirullah, aku bilang kerugian itu adalah kerugian uang loh, dan itu sudah mereka (kontraktor) bayar. Jadinya (sudah) selesai,” kata Bobby yang terlihat mulai memerah.(Cr1/topikseru.com)













