Daerah

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter di Perairan Barat Nias, Nelayan Diminta Waspada

×

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter di Perairan Barat Nias, Nelayan Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
BMKG
Ilustrasi - Gelombang tinggi. Foto: ANTARA

Bibit Siklon Tropis Picu Peningkatan Angin dan Gelombang di Wilayah Sumatera Utara

Topikseru.com, Medan – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan wilayah Sumatera Utara, khususnya di perairan barat Kepulauan Nias dan perairan barat Kepulauan Batu.

Gelombang laut di wilayah tersebut diprakirakan dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizky Ramadhan, mengatakan kondisi gelombang tinggi ini diperkirakan terjadi pada 6 hingga 7 Maret 2026.

“Kondisi tersebut dapat terjadi mulai 6 hingga 7 Maret 2026,” ujar Rizky di Medan, Jumat (6/3/2026).

Wilayah Perairan Barat Sumut dan Samudra Hindia Berpotensi Terdampak

Selain perairan barat Kepulauan Nias dan Kepulauan Batu, potensi gelombang tinggi juga dapat terjadi di wilayah perairan barat Sumatera Utara hingga kawasan Samudra Hindia bagian barat Kepulauan Nias.

Menurut BMKG, peningkatan tinggi gelombang dipicu oleh aktivitas sejumlah bibit siklon tropis yang memengaruhi pola angin di wilayah Indonesia.

Beberapa sistem cuaca yang terpantau antara lain:

  • Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Timur
  • Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia barat Australia
  • Bibit Siklon Tropis 92P di wilayah daratan Australia bagian utara
Baca Juga  Sadis, Seorang Kakek di Saentis Tewas Diserang Kelompok Preman

Keberadaan sistem tersebut memicu peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada kondisi gelombang di berbagai perairan Indonesia.

Pola Angin di Indonesia Menguat

BMKG menjelaskan bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 4 hingga 25 knot.

Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan angin dominan bertiup dari barat hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 6 hingga 40 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau berada di kawasan Samudra Hindia selatan Jawa Timur, yang turut memengaruhi kondisi gelombang laut di sekitarnya.

Nelayan dan Kapal Tongkang Diminta Waspada

BMKG mengingatkan para nelayan dan operator kapal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di laut.

Nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta berhati-hati apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.

Sementara itu, operator kapal tongkang juga diimbau meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.

Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kecelakaan laut dan gangguan pelayaran di wilayah perairan Sumatera Utara.