Daerah

SAR Gabungan Temukan Remaja 15 Tahun Hanyut di Sungai Lae Sembelin Dairi  

×

SAR Gabungan Temukan Remaja 15 Tahun Hanyut di Sungai Lae Sembelin Dairi  

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan hanyut di Sungai Lae Sembelin, Desa Bakkal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.(Foto: Humas Kantor SAR Medan)

Topikseru.com, Dairi – Upaya pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan hanyut di Sungai Lae Sembelin, Desa Bakkal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban pada Rabu (11/03/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Ferri Imanuel Sinaga (15), seorang pelajar warga Desa Bakkal Gajah. Sebelumnya korban dilaporkan hanyut saat mandi bersama teman-temannya di Sungai Lae Sembelin pada Minggu (08/03/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu korban bersama beberapa rekannya tengah mandi di sungai. Namun diduga arus sungai yang cukup deras menyeret korban hingga akhirnya hilang dari permukaan air. Mengetahui kejadian tersebut, teman-teman korban segera meminta pertolongan warga sekitar.

Warga bersama keluarga korban sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian, namun korban tidak berhasil ditemukan. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melalui BPBD Kabupaten Dairi pada Senin (09/03/2026) pukul 07.10 WIB untuk meminta bantuan SAR.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan segera mengerahkan 7 orang personel tim rescue menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Dairi, Polsek Silima Pungga-Pungga, perangkat desa, serta masyarakat setempat sebelum melaksanakan operasi pencarian.

Dalam proses pencarian, tim SAR membagi area operasi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama melakukan penyisiran darat di sepanjang bantaran Sungai Lae Sembelin dari lokasi kejadian menuju arah hilir, sementara tim kedua melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone thermal dengan radius pencarian hingga 2 kilometer.

Selain itu, tim SAR juga melakukan penyisiran aliran sungai dengan menggunakan perahu rafting serta mengerahkan berbagai peralatan SAR seperti peralatan water rescue, peralatan mountaineering, peralatan medis, serta perangkat komunikasi SAR guna memaksimalkan proses pencarian.

Setelah beberapa hari melakukan upaya pencarian secara intensif, pada Rabu dini hari (11/03/2026) sekitar pukul 00.30 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim Operasi SAR Nasional tidak jauh dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia.

Korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses penanganan selanjutnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, S.H., M.Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut serta mengapresiasi seluruh unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban. Setelah dilakukan pencarian secara maksimal oleh tim SAR gabungan selama beberapa hari, korban akhirnya berhasil ditemukan pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban dapat ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, BPBD Kabupaten Dairi, Polsek Silima Pungga-Pungga, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR terhadap korban hanyut di Sungai Lae Sembelin secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup, dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.