Hukum & Kriminal

Dua Pelajar SMA Negeri 6 Tanjungbalai Jadi Korban Pengeroyokan, Polisi Dalami Kasus

×

Dua Pelajar SMA Negeri 6 Tanjungbalai Jadi Korban Pengeroyokan, Polisi Dalami Kasus

Sebarkan artikel ini
SMA Negeri 6 Tanjungbalai
Rekaman CCTV aksi pengeroyokan pelajar SMA Negeri 6 Tanjungbalai.

Ringkasan Berita

  • Kronologi Pengeroyokan Pelajar SMA Negeri 6 Tanjungbalai Menurut Desniat, awal mula kejadian dipicu saat anaknya dipa…
  • Peristiwa itu dibenarkan oleh Desniat Zebua, orang tua Farel.
  • Saya tahu setelah diberitahu oleh teman sekolahnya bahwa Farel sudah di rumah sakit," ujar Desniat, Kamis (18/9/2025).

Topikseru.com – Dua pelajar SMA Negeri 6 Tanjungbalai, Sumatera Utara, menjadi korban pengeroyokan pada Selasa (9/9/2025). Kedua korban, Farel dan Ahmad, mengalami luka tikam akibat serangan menggunakan pisau.

Peristiwa itu dibenarkan oleh Desniat Zebua, orang tua Farel. Ia mengaku baru mengetahui kondisi anaknya setelah mendapat kabar dari teman sekolah korban.

“Benar. Saya tahu setelah diberitahu oleh teman sekolahnya bahwa Farel sudah di rumah sakit,” ujar Desniat, Kamis (18/9/2025).

Kronologi Pengeroyokan Pelajar SMA Negeri 6 Tanjungbalai

Menurut Desniat, awal mula kejadian dipicu saat anaknya dipanggil dengan nada keras oleh Surya, rekan satu sekolahnya. Namun, Farel memilih tidak menggubris.

“Anaku tak menggubris panggilan dari temannya itu. Saat jam istirahat, ia (Surya) mendatangi korban dan perkelahian pun tak terhindarkan,” katanya.

Baca Juga  Polres Tanjungbalai Bongkar Jaringan Kokain 2,9 Kg, Dua Pelaku Ditangkap

Setelah pulang sekolah, konflik kembali pecah. Surya yang kalah tenaga kemudian memanggil teman lainnya. Farel pun dikeroyok hingga menderita luka tusukan.

“Anaku kemudian dianiaya beramai-ramai. Beruntung masih bisa diselamatkan meski mengalami luka tusukan,” ucap Desniat.

Laporan Polisi dan Penanganan Korban

Kasus ini sempat dimediasi di sekolah, namun pelaku pengeroyokan dinilai tidak serius menanggapi penyelesaian masalah. Akhirnya, keluarga korban melapor ke Polres Tanjungbalai.

“Sudah membuat laporan resmi. Sementara, korban dirawat di rumah, karena tak punya biaya. Rumah sakit kalau kasus kriminal tidak ditanggung BPJS,” jelas Desniat.

Kasatreskrim Polres Tanjungbalai, AKP Muhammad Jihad Fajar Balman, membenarkan laporan tersebut.

“Kita masih dalami kasusnya. Pelaku pengeroyokan sudah dikantongi identitasnya,” ujar Jihad melalui sambungan telepon.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Penetapan status tersangka akan dilakukan setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi rampung.