Hukum & KriminalNews

Mendag Zulhas Segera Bentuk Satgas Impor Ilegal: Modusnya Sudah Kelihatan!

×

Mendag Zulhas Segera Bentuk Satgas Impor Ilegal: Modusnya Sudah Kelihatan!

Sebarkan artikel ini
Zulhas
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas

Ringkasan Berita

  • Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pembentukan satgas ini setelah dia menemui Kapolri dan Jaksa Agung.
  • "Mungkin mudah-mudahan Jumat besok, satgas-nya sudah terbentuk," kata Zulkifli Hasan di Kantor Kementerian Perdaganga…
  • Mendag Zulhas mengatakan bahwa telah mengetahui lokasi-lokasi masuknya barang impor ilegal ke Indonesia.

TOPIKSERU.COM, JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan akan membentuk satuan tugas (Satgas) barang impor ilegal pada Jumat (19/7).

Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pembentukan satgas ini setelah dia menemui Kapolri dan Jaksa Agung.

“Mungkin mudah-mudahan Jumat besok, satgas-nya sudah terbentuk,” kata Zulkifli Hasan di Kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (17/7).

Mendag Zulhas mengatakan bahwa telah mengetahui lokasi-lokasi masuknya barang impor ilegal ke Indonesia.

Dia mengatakan beberapa lokasi yang kerap menjadi jalur masuk impor ilegal antara lain Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Baca Juga  Mendag Zulkifli Hasan Bahas Pembentukan Satgas Impor Ilegal Bersama Kejagung

Kemudian, Sumatera Utara, Batam dan Sulawesi Selatan.

“Semuanya yang (lokasi masuk) barang ilegal kita cek. Modusnya sudah mulai kelihatan, tempat-tempatnya juga sudah mulai kelihatan,” ujar Zulhas.

Temui Jaksa Agung

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pada Selasa (16/7) menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin membahas pembentukan satgas barang impor ilegal.

Mendag Zulhas menggaet dukungan dari berbagai pimpinan lembaga penegakan hukum termasuk Kejaksaan Agung RI dalam menindak barang impor ilegal.

“Beberapa hari ini saya berkoordinasi dan sengaja bertemu mendiskusikan sekaligus minta dukungan terkait polemik di media mengenai terancam tutupnya industri tekstil, pakaian jadi, elektronik, alas kaki, produk kecantikan,” kata Zulkifli.

Dia mengatakan alasan pembentukan satuan tugas ini setelah pihaknya menemukan barang yang tidak terdata atau ilegal membanjiri pasar Indonesia.(antara/topikseru.com)