/* ===================== TWITTER / TELEGRAM ===================== */Uni Eropa Rilis Sanksi Baru ke Rusia, Terminal Minyak Karimun Terseret
Internasional

Uni Eropa Rilis Sanksi Baru ke Rusia, Terminal Minyak Karimun Terseret

×

Uni Eropa Rilis Sanksi Baru ke Rusia, Terminal Minyak Karimun Terseret

Sebarkan artikel ini
Sanksi UE ke Rusia
Uni Eropa resmi merilis paket sanksi ke-20 terhadap Rusia yang menyasar sektor energi, perbankan, hingga perdagangan

Topikseru.com, Jakarta – Uni Eropa (UE) resmi mengumumkan paket sanksi ke-20 terhadap Rusia pada Kamis (24/4/2026). Langkah ini memperluas tekanan ekonomi dengan menyasar sektor strategis mulai dari energi, keuangan, hingga perdagangan dan pertahanan.

Kebijakan terbaru tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UE dalam membatasi kemampuan ekonomi Rusia di tengah konflik geopolitik yang masih berlangsung, khususnya terkait invasi ke Ukraina.

Baca Juga  Eropa Desak Pembukaan Selat Hormuz, Inggris-Prancis Siapkan Misi Militer Maritim

Sanksi Energi hingga Pelabuhan Internasional

Dalam pernyataan resminya, UE memasukkan 36 entitas baru di sektor energi Rusia ke dalam daftar sanksi. Daftar ini mencakup aktivitas hulu hingga hilir seperti eksplorasi, produksi, penyulingan, dan distribusi minyak.

Tak hanya itu, dua pelabuhan besar Rusia – Murmansk dan Tuapse – ikut terdampak. Bahkan, Terminal Minyak Karimun di Indonesia juga terseret dalam daftar karena diduga terkait praktik penghindaran sanksi.

UE menilai praktik “penghindaran sanksi” dilakukan melalui berbagai modus, seperti penggunaan perusahaan cangkang, manipulasi dokumen, hingga pengalihan jalur perdagangan lewat negara ketiga.

Perang Armada Bayangan dan Pembatasan Maritim

UE juga memperketat pengawasan terhadap apa yang disebut sebagai “shadow fleet” atau armada bayangan Rusia. Sebanyak 46 kapal tambahan masuk daftar hitam, sehingga total kapal yang dikenai sanksi mencapai 632 unit.

Kapal-kapal tersebut kini dilarang mengakses pelabuhan UE serta dibatasi dalam penggunaan layanan maritim. Selain itu, UE tengah menyiapkan larangan penuh terhadap pengangkutan minyak Rusia melalui jalur laut, yang akan dikoordinasikan bersama negara-negara G7.

Sektor Keuangan dan Kripto Ikut Ditekan

Di sektor keuangan, UE memperluas pembatasan terhadap 20 bank Rusia, sehingga total 70 bank kini diblokir dari akses ke pasar Uni Eropa.

Langkah signifikan lainnya adalah larangan penuh terhadap transaksi dengan penyedia layanan aset kripto Rusia, termasuk pembatasan terhadap mata uang digital seperti rubel digital yang tengah dikembangkan.

Ekspor-Impor Dipangkas Triliunan Rupiah

UE juga memberlakukan larangan ekspor barang senilai lebih dari 365 juta euro atau sekitar Rp7,3 triliun. Sementara itu, impor dari Rusia dibatasi untuk komoditas seperti logam, bahan kimia, dan mineral dengan nilai lebih dari 530 juta euro atau setara Rp 10,7 triliun.

Sebanyak 58 perusahaan yang terkait industri militer Rusia turut masuk daftar sanksi, termasuk perusahaan dari negara lain seperti China, Uni Emirat Arab, dan Kazakhstan yang diduga terlibat dalam rantai pasok.

Baca Juga  Pasokan Minyak Jerman Terancam, Rusia Tak Kirim Minyak Lewat Kazakhstan Mulai 1 Mei 2026

Tekanan Politik: Hingga Individu Diblokir

Secara keseluruhan, paket ini mencakup 120 daftar baru, terdiri dari 33 individu dan 83 entitas yang dikenai pembekuan aset serta larangan perjalanan.

Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, menegaskan bahwa tekanan terhadap Rusia akan terus diperkuat.

“Perang ekonomi Rusia semakin tertekan, sementara Ukraina mendapatkan dorongan besar. Kami akan terus memberikan tekanan hingga Presiden Vladimir Putin menyadari bahwa perang ini tidak akan berhasil,” ujarnya.

Paket sanksi ini sebelumnya sempat tertahan akibat perbedaan pandangan di internal UE, termasuk penolakan dari Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban.

Namun, setelah terjadi perubahan kepemimpinan di Budapest, hambatan tersebut berhasil diatasi sehingga paket sanksi akhirnya disahkan.