Ringkasan Berita
- Eskalasi Iran-AS: Krisis Nuklir Kian Panas Serangan terhadap fasilitas nuklir Iran menandai eskalasi tajam konflik Ir…
- Dia mengklaim bahwa sejumlah negara kini siap memasok senjata nuklir ke Iran, sebagai reaksi atas serangan udara Amer…
- "Beberapa negara siap untuk memasok Iran dengan senjata nuklir mereka," tulis Medvedev, menandai kemungkinan pergeser…
Topikseru.com – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait ketegangan terbaru di Timur Tengah.
Dia mengklaim bahwa sejumlah negara kini siap memasok senjata nuklir ke Iran, sebagai reaksi atas serangan udara Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Teheran.
Pernyataan ini diunggah melalui akun resmi Medvedev di Telegram, Minggu (22/6), hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan keterlibatan langsung Washington dalam pengeboman tiga situs nuklir utama Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan.
“Beberapa negara siap untuk memasok Iran dengan senjata nuklir mereka,” tulis Medvedev, menandai kemungkinan pergeseran besar dalam konfigurasi geopolitik Timur Tengah.
Eskalasi Iran-AS: Krisis Nuklir Kian Panas
Serangan terhadap fasilitas nuklir Iran menandai eskalasi tajam konflik Iran-Israel, yang sejak 13 Juni telah menewaskan lebih dari 430 warga sipil Iran, menurut data Kementerian Kesehatan Iran. Sementara otoritas Israel melaporkan sedikitnya 25 orang tewas akibat serangan balasan Iran.
Medvedev menegaskan bahwa fasilitas nuklir yang dibom tampaknya hanya mengalami kerusakan minimal, dan bahwa proses pengayaan uranium serta pengembangan senjata nuklir Iran kemungkinan besar terus berlanjut.
Medvedev Sebut Iran Makin Kuat
Lebih lanjut, mantan Presiden Rusia itu menilai tindakan militer AS justru membuat kepemimpinan Iran secara politik makin solid.
Dia menuding Washington kembali terjebak dalam konflik berskala besar, seraya menyindir janji Trump yang mengklaim sebagai “pembawa perdamaian” dalam kampanyenya.
“Trump tidak akan pernah mendapat Nobel Perdamaian. Mayoritas dunia menentang tindakan AS dan Israel,” ucap Medvedev dalam unggahan tersebut.
Dukungan Rusia, Tekanan Baru ke Barat
Pernyataan Medvedev memperkuat posisi Rusia sebagai sekutu strategis Iran di tengah tekanan global. Ancaman distribusi senjata nuklir ke Iran secara tidak langsung menjadi bentuk balasan Rusia terhadap intervensi militer Barat di kawasan.
Rusia sendiri merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dan selama ini dikenal sering memveto resolusi terhadap sekutunya, termasuk Iran dan Suriah.













