International

Iran Tetap Lanjutkan Pengayaan Uranium Meski Situs Nuklir Diserang AS

×

Iran Tetap Lanjutkan Pengayaan Uranium Meski Situs Nuklir Diserang AS

Sebarkan artikel ini
Iran
Silinder berisi uranium di fasilitas nuklir Fordow, Iran. Foto: IRNA

Ringkasan Berita

  • Pernyataan ini ditegaskan oleh Ali Shamkhani, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, pada M…
  • Laporan serupa juga disampaikan oleh komunitas intelijen AS, yang dikutip oleh CNN, menyebut bahwa Iran tidak sedang …
  • "Bahkan jika situs nuklir dihancurkan, permainan belum berakhir.

Topikseru.com – Di tengah kerusakan yang ditimbulkan serangan udara Amerika Serikat ke tiga situs nuklirnya, Iran memastikan tidak akan mundur dari program pengayaan uranium.

Pernyataan ini ditegaskan oleh Ali Shamkhani, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu, 22 Juni 2025, sebagai respons atas eskalasi militer terbaru di kawasan.

“Bahkan jika situs nuklir dihancurkan, permainan belum berakhir. Material yang diperkaya dan kehendak politik tetap ada,” tulis Shamkhani dalam unggahannya di platform X.

Shamkhani menyiratkan bahwa Teheran memiliki strategi berlapis untuk mempertahankan kemampuannya dan akan tetap mengambil inisiatif dalam perundingan geopolitik, seraya menyebut bahwa “kejutan” berikutnya akan datang dari pihak Iran.

Serangan AS dan Pernyataan Trump

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir pekan lalu memerintahkan serangan ke tiga situs nuklir utama Iran: Natanz, Fordow, dan Isfahan, sebagai bentuk tekanan terhadap Teheran dalam konflik yang makin meruncing sejak eskalasi militer Iran-Israel.

Baca Juga  3.943 Jemaah Haji Sumut Telah Tiba di Tanah Air

Trump mengklaim bahwa serangan ini dirancang untuk melumpuhkan kemampuan nuklir Iran dan mendesak Teheran untuk “mengakhiri perang ini atau menghadapi konsekuensi lebih serius.”

Namun hingga kini, Iran menyangkal tuduhan bahwa program nuklirnya mengandung komponen militer.

Tidak Ada Bukti Senjata Nuklir, Klaim IAEA dan Intelijen AS

Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pada 18 Juni lalu menegaskan bahwa pihaknya belum melihat bukti konkret bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir.

Laporan serupa juga disampaikan oleh komunitas intelijen AS, yang dikutip oleh CNN, menyebut bahwa Iran tidak sedang berupaya membuat senjata nuklir, bertolak belakang dengan narasi Presiden Trump dan Israel.

Suara Kritik dan Dukung Iran

Mantan Duta Besar Inggris untuk Uzbekistan, Craig Murray, dalam wawancaranya dengan RIA Novosti, menyebut Iran selama ini telah menunjukkan kesabaran dan kedamaian luar biasa, meski terus ditekan oleh Israel dan sekutunya.

“Iran telah menahan diri dalam menghadapi agresi militer dan sabotase yang terjadi berulang kali,” ujar Murray.

Konflik terbuka antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah memicu kekhawatiran internasional akan eskalasi regional, terlebih setelah Parlemen Iran menyetujui penutupan Selat Hormuz dan sejumlah negara mulai mengevaluasi ulang rute energi dan evakuasi warga negaranya dari kawasan tersebut.