Topikseru.com, Medan– Sejumlah negara melaporkan telah mendeteksi suspek kasus hantavirus usai muncul di kapal pesiar mewah MV Hondius beberapa waktu lalu.
Kapal pesiar itu mengangkut ratusan penumpang termasuk kru dari berbagai nergara ketika melakukan perjalanan dari Ushuaia, Argentina pada 1 April. Tiga penumpang meninggal diduga terpapar hantavirus.
Setelah kasus itu, penumpang dari 12 negara turun di St.Helena, Atlantik Selatan di antara benua Afrika dan Amerika Selatan.
Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan sejauh ini terdapat lima kasus terkonfirmasi hantavirus dan kasus suspek termasuk tiga kematian. Dia juga mewanti-wanti jumlah kasus bisa saja meningkat.
“Mengingat masa inkubasi virus Andes dapat mencapai enam pekan, ada kemungkinan lebih banyak akan dilaporkan,” kata Ghebreyesus.
antavirus merupakan penyakit pernapasan langka yang biasanya menyebar dari hewan pengerat seperti tikus yang terinfeksi. Virus ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan, jantung, hingga demam berdarah.
Terlepas dari itu, berikut daftar negara yang sudah mendeteksi dan menduga kasus hantavirus.
Argentina
Kapal MV Hondius berangkat dari Ushuaia. Satu penumpang kapal merupakan warga negara ini.
Hantavirus merupakan penyakit endemik di Argentina dan jumlah kasus terus meningkat beberapa pekan terakhir.
Kementerian Kesehatan Argentina pada 5 Mei melaporkan 101 kasus infeksi hantavirus sejak Juni 2025. Jumlah ini, naik dua kali lipat dari jumlah kasus sebelumnya di periode yang sama tahun lalu, demikian dikutip Time.
Belanda
MV Hondius adalah kapal berbendera Belanda yang dioperasikan Oceanwide Expeditions.
Menurut Oceanwide 13 orang di kapal itu warga negara Belanda mencakup delapan penumpang dan lima awak kapal. Tiga WN Belanda juga turun di St. Helena pada 24 April.
Dua warga negara Belanda, suami dan istri, termasuk di antara tiga orang yang dilaporkan meninggal di Hondius. Wanita tersebut dinyatakan positif terinfeksi hantavirus.
Swiss
Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss mengumumkan pada 6 Mei, salah satu warga yang berada di kapal pesiar MV Hondius terinfeksi hantavirus dan sedang dirawat di Rumah Sakit Universitas Zurich.
Pasien tersebut dinyatakan positif terinfeksi strain Andes. Istrinya, yang ikut perjalanan, tak mengalami gejala apa pun dan kini sedang melakukan isolasi mandiri sebagai tindakan pencegahan.
Inggris
Salah satu negara Inggris yang merupakan kru kapal diduga terinfeksi Hantavirus.
Singapura
Singapura saat ini sedang mengisolasi dan memantau dua warga negara berusia 67 dan 65 yang sempat naik MV Hondius.
Badan Penyakit Menular Singapura diberitahu pada 4 dan 5 Mei bahwa kedua orang itu berada di kapal ketika berangkat dari Ushuaia di Argentina pada tanggal 1 April.
Keduanya turun lebih awal dan berada di penerbangan yang sama menuju Johannesburg dengan salah satu kasus hantavirus yang dikonfirmasi pada 25 April.
“Salah satunya mengalami pilek tetapi kondisi dia baik-baik saja, dan yang lain tidak menunjukkan gejala,” demikian menurut badan itu. Hasil tes tersebut masih belum keluar.
Dua Warga Singapura Diisolasi Terkait Wabah Hantavirus
Dua warga Singapura yang pernah berada di kapal pesiar yang terpapar wabah hantavirus, kini diisolasi sambil menunggu hasil tes terkait penyakit pernapasan langka tersebut.
Menurut laporan Badan Penyakit Menular Singapura (CDA), dua pria lanjut usia berumur 65 dan 67 tahun itu berada di kapal tersebut dan juga penerbangan yang sama dengan kasus hantavirus yang terkonfirmasi dari St Helena ke Johannesburg pada 25 April.
Keduanya tiba di Singapura pada awal Mei dan telah diisolasi serta dipantau di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) Singapura.
“Dua warga Singapura pernah berada di kapal pesiar MV Hondius, yang telah melaporkan wabah hantavirus Andes,” demikian pernyataan CDA.
“Hasil tes mereka masih menunggu. Salah satunya mengalami pilek tetapi kondisinya baik-baik saja, dan yang lainnya tidak menunjukkan gejala. Risiko bagi masyarakat umum di Singapura saat ini rendah,” lanjut pernyataan itu.
CDA menegaskan jika keduanya dinyatakan negatif hantavirus, mereka akan dikarantina selama 30 hari sejak tanggal paparan terakhir. Sementara itu jika mereka dinyatakan positif, mereka akan tetap dirawat di rumah sakit untuk pemantauan dan perawatan.
Tiga orang penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia, dan penyebabnya diduga terpapar wabah hantavirus. Penyakit langka ini biasanya menyebar dari hewan pengerat yang terinfeksi, biasanya melalui urin, kotoran, dan air liur.
Namun para ahli memastikan bahwa jenis virus yang terdeteksi di atas kapal itu adalah strain langka yang dapat menular antar-manusia.












