Ringkasan Berita
- Bagi umat Muslim di seluruh dunia, momen ini bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga pengingat akan hijrah Nabi M…
- Umar kemudian menetapkan peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah sebagai titik awal kalender Islam,…
- Makna 1 Muharram dalam Perspektif Keislaman Secara spiritual, 1 Muharram menjadi momentum untuk melakukan introspeksi…
Topikseru.com – 1 Muharram menjadi salah satu tanggal penting dalam kalender Islam. Bagi umat Muslim di seluruh dunia, momen ini bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga pengingat akan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.
Peristiwa ini bukan hanya sejarah, melainkan simbol transformatif tentang keberanian, perjuangan, dan pembaharuan diri.
Sejarah 1 Muharram dan Penetapan Kalender Hijriah
Penanggalan Hijriah dimulai pada masa Khalifah Umar bin Khattab, tepatnya pada tahun 17 Hijriah atau 638 Masehi. Saat itu, umat Islam membutuhkan sistem penanggalan yang baku untuk keperluan administrasi negara dan penyusunan dokumen.
Umar kemudian menetapkan peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah sebagai titik awal kalender Islam, karena peristiwa itu menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam – transisi dari tekanan menjadi kebebasan untuk menegakkan ajaran.
Makna 1 Muharram dalam Perspektif Keislaman
Secara spiritual, 1 Muharram menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan hijrah batin, berpindah dari keadaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik secara moral dan spiritual. Kata “hijrah” tidak lagi hanya berarti perpindahan geografis, melainkan peralihan sikap, tekad, dan niat.
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya amalan tergantung pada niat, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai apa yang diniatkannya.”
Keutamaan Bulan Muharram
Bulan Muharram disebut sebagai salah satu dari empat bulan haram, yakni bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah. Dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36 disebutkan bahwa dosa yang dilakukan di bulan ini lebih besar, dan amal kebaikan dilipatgandakan.
Salah satu amal yang sangat dianjurkan adalah puasa Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa ini bisa menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya (HR. Muslim).
1 Muharram juga menjadi pengingat bahwa hijrah Nabi dilakukan bukan hanya demi keselamatan, tapi demi membangun masyarakat madani: masyarakat yang adil, harmonis, dan berlandaskan tauhid.













