Nasional

Data KP2MI Sebut PMI Ilegal Didominasi Perempuan, Ya Tuhan!

×

Data KP2MI Sebut PMI Ilegal Didominasi Perempuan, Ya Tuhan!

Sebarkan artikel ini
P2MI
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding. Foto: Antara

Ringkasan Berita

  • Menteri KP2MI Abdul Kadir Karding mengatakan berdasarkan data mereka bahwa sekitar 70 % PMI nonprosedural atau ilegal…
  • "Jadi saya perlu sampaikan, yang prosedural saja ada 80 persen itu profilnya adalah domestic worker.
  • Menteri Abdul Kadir menyebut dari berbagai permasalahan yang dialami oleh pekerja migran di luar negeri, mayoritas di…

TOPIKSERU.COM – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) tanpa dilengkapi dokumen atau ilegal didominasi oleh kaum perempuan.

Menteri KP2MI Abdul Kadir Karding mengatakan berdasarkan data mereka bahwa sekitar 70 % PMI nonprosedural atau ilegal yang ada di Timur Tengah merupakan perempuan.

“Jadi saya perlu sampaikan, yang prosedural saja ada 80 persen itu profilnya adalah domestic worker. Dari 80 persen itu, 70 persennya adalah perempuan,” kata Karding dalam konferensi pers di Tangerang, Banten, Sabtu (15/3).

Menteri Abdul Kadir menyebut dari berbagai permasalahan yang dialami oleh pekerja migran di luar negeri, mayoritas dialami oleh perempuan. Di sisi lain kelompok ini justru mendominasi dalam pemberangkatan pekerja secara ilegal.

Baca Juga  Anjing Galak Serang 3 Warga di Tapteng, Puskesmas Tak Punya Stok Vaksin

“Jadi memang pekerja kita yang ke luar negeri rata-rata perempuan,” ucapnya.

Kendati demikian, dengan kondisi tersebut akan menjadi perhatian penuh oleh pemerintah dalam menangani dan mengatasi kasus-kasus pekerja migran ilegal.

“Jadi sekarang ini kementerian sedang profiling dan kami sudah berkoordinasi dengan polisi, BIN, TNI dan imigrasi. Kemarin kita sudah membentuk desk khusus perlindungan pekerja migran Indonesia dan TPPO,” ungkapnya.

Dalam hal ini, terdapat 1.206 PMI ilegal dilakukan deportasi atau pemulangan secara paksa oleh otoritas Arab Saudi. Dimana, pengembalian tersebut sudah sebanyak 545 orang sudah kembali.

“Sebelumnya ada 545 yang sudah sekitar seminggu yang lalu dan masih ada sekitar 468 orang dari seluruh total yang ada. Pemulangan khusus dari Jeddah ini ada 1.206 pekerja migran Indonesia,” kata dia.